surga neraka

Perbandingan Dahsyatnya Neraka dan Indahnya Surga

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Aqidah, Penyejuk Hati 0 Comments

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّباً مُبَارَكًا فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَاهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ:

Dahsyatnya Neraka

Kita tidak akan sanggup membayangkan dan menggambarkan dahsyatnya siksa neraka. Sebab siksa di neraka belum pernah didengar, dilihat, dan terlintas di benak manusia. Tidak akan ada seorang pun yang bisa menjelaskannya dengan penjelasan yang nyata kecuali jika dia benar-benar telah mengalaminya.

Tentang panghuni neraka yang paling ringan siksanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan:

«إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَرَجُلٌ تُوضَعُ فِى أَخْمَصِ قَدَمَيْهِ جَمْرَةٌ يَغْلِى مِنْهَا دِمَاغُهُ»

“Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan siksanya pada hari Kiamat adalah seseorang yang diletakkan di kedua telapak kakinya batu baru yang menyebabkan otaknya mendidih.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahih al-Bukhari (no. 6561) dan Shahih Muslim (no. 213) dari an-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu]

Di antara manusia yang mendapat azab ini adalah paman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Abu Thalib bin Abdul Muththalib.

قَالَ الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِالْمُطَّلِبِ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا أَغْنَيْتَ عَنْ عَمِّكَ فَإِنَّهُ كَانَ يَحُوطُكَ وَيَغْضَبُ لَكَ؟ قَالَ: «هُوَ فِي ضَحْضَاحٍ مِنْ نَارٍ وَلَوْلاَ أَنَا لَكَانَ فِي الدَّرَكِ الأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ»

Al-Abbas bin Abdul Muththalib berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apa yang bisa Anda berikan kepada paman Anda. Sungguh dia telah membela Anda dan marah demi Anda.” Beliau menjawab, “Dia berada di tepi neraka. Seandainya bukan karena aku, niscanya dia akan berada di kerak neraka yang paling dalam.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahih al-Bukhari (no. 3883) dan Shahih Muslim (no. 209)]

Ini adalah siksa paling ringan penghuni neraka. Maka, akal kita tidak akan sampai untuk membayangkan siksa-siksa neraka lainnya karena saking dahsyatnya. Siksa pada hari itu belum pernah dilakukan oleh makhluk manapun sebelumnya. Allah Yang Maha Adil berfirman:

(( فَيَوْمَئِذٍ لَا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ (٢٥) وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ ))

“Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang menyiksa sebagaimana siksaan-Nya. Dan tidak pula seorang pun membelenggu seperti belenggu-Nya.” [QS. Al-Fajr [89]: 25-26]

Indahnya Surga

Sebagaimana dahsyatnya neraka yang tidak bisa dibayangkan, begitupula indahnya surga. Mari kita mendengar penuturan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang penghuni surga yang paling rendah kedudukannya.

قَالَ عَبْدُاللَّهِ بْنُ مَسْعُوْدٍ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ: قَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنِّى لأَعْلَمُ آخِرَ أَهْلِ النَّارِ خُرُوجًا مِنْهَا، وَآخِرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ دُخُولاً، رَجُلٌ يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ كَبْوًا، فَيَقُولُ اللَّهُ: اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّة! فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلأَى، فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلأَى، فَيَقُولُ: اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ! فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلأَى. فَيَقُولُ: يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلأَى، فَيَقُولُ: اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ! فَإِنَّ لَكَ مِثْلَ الدُّنْيَا وَعَشَرَةَ أَمْثَالِهَا -أَوْ إِنَّ لَكَ مِثْلَ عَشَرَةِ أَمْثَالِ الدُّنْيَا- فَيَقُولُ: تَسْخَرُ مِنِّى -أَوْ تَضْحَكُ مِنِّى- وَأَنْتَ الْمَلِكُ» فَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ، وَكَانَ يُقَالُ ذَلِكَ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً.

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sungguh aku benar-benar mengetahui penghuni neraka yang paling terakhir keluar darinya dan penduduk surga yang paling terakhir masuk, yaitu seseorang yang masuk ke neraka dalam keadaan merangkak. Lalu Allah berfirman, ‘Pergi dan masuklah ke surga!’ Lalu dia mendatangi surga lalu terkesan baginya bahwa surga telah penuh lalu dia pun kembali dan berkata, ‘Ya Rabb, aku mendapatinya telah penuh.’ Lalu Allah berfirman, ‘Pergilah dan masuklah ke surga!’ Lalu dia mendatangi surga lalu terkesan baginya bahwa surga telah penuh lalu dia pun kembali dan berkata, ‘Ya Rabb, aku mendapainya telah penuh.’ Lalu Allah berfirman, ‘Pergi dan masuklah ke surga! Engkau mendapatkan seperti dunia dan sepuluh kali lipatnya –atau engkau mendapatkan sepuluh kali lipat dunia–. Lalu dia berkata, ‘Apakah Engkau mengejekku? –atau Engkau menertawakanku?– padahal Engkau adalah Raja.’’ Sungguh saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa hingga tampak gigi grahamnya. Dia adalah lelaki yang paling rendah tingkatannya di surga.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahih al-Bukhari (no. 6571) dan Shahih Muslim (no. 186)]

Para ahli arsitektur dan pemerhati lingkungan sepakat bahwa keindahan suatu tempat itu akan sempurna jika terdapat pohon-pohon yang rindang dan sungai-sungai yang mengalir. Allah Yang Mahaindah menjadikan surga di dalamnya sungai-sungai, pohon yang rindang, dan kemah-kemah untuk menyempurnakan keindahannya.

Tentang sungai surga, Allah Ta’ala mengabarkan:

(( مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ ))

“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring, dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka.” [QS. Muhammad [47]: 15]

Tentang pohon surga, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan:

«إِنَّ فِى الْجَنَّةِ لَشَجَرَةً يَسِيْرُ الرَّاكِبُ فِى ظِلِّهَا مِائَةَ عَامٍ لاَ يَقْطَعُهَا»

“Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pohon yang dilalui seorang pengendara di bawah naungannya selama seratus tahun, tetapi belum bisa melintasinya.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahih al-Bukhari (no. 3251) dan Shahih Muslim (no. 2826) dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu]

Tentang kemah surga, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan:

«الْخَيْمَةُ دُرَّةٌ مُجَوَّفَةٌ، طُوْلُهَا فِى السَّمَاءِ ثَلاَثُونَ مِيْلاً، فِى كُلِّ زَاوِيَةٍ مِنْهَا لِلْمُؤْمِنِ أَهْلٌ لاَ يَرَاهُمُ الآخَرُونَ»

“Kemah surga bentuknya bulat berongga. Panjangnya menjulang tiga puluh mil ke langit. Di setiap sudutnya ada sebuah keluarga bagi orang mukmin yang tidak terlihat oleh yang lain.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahih al-Bukhari (no. 3243) dan Shahih Muslim (no. 2838) dari Abu Musa al-‘Asyari radhiyallahu ‘anhu]

Apa yang dikabarkan Allah berupa nama-nama yang ada di surga hanyalah sebuah nama dan hakikatnya jauh melebihi apa yang dibayangkan manusia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«قَالَ اللَّهُ: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيْ الصَّالِحِيْنَ مَا لاَ عَيْنَ رَأَتْ وَلاَ أُذُنَ سَمِعَتْ وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ، فَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ: (( فَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ ))»

“Allah berfirman, ‘Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih apa yang tidak pernah dilihat mata, didengar telinga, dan terbesit di hati manusia.’ Bacalah jika kalian mau, ‘Maka, tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang disembunyikan bagi mereka berupa pemandangan yang menyejukkan mata.’” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahih al-Bukhari (no. 3244) dan Shahih Muslim (no. 2824) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]

Demikian penjelasan singkat mengenai perbandingan dahsyatnya neraka dan indahnya surga. Semoga tulisan yang sederhana ini bisa menjadikan kita semakin rindu kepada surga dan semakin takut kepada neraka, dengan seizin Rabb kita. Penulis memohon kepada Rabb yang kita sembah tanpa pernah kita melihat-Nya agar menjadikan kita termasuk penghuni surga-Nya dan menjauhkan kita dari neraka-Nya. Sungguh Rabb kita Maha Pengabul.

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Masjid Thaybah, 27 Mei 2012

Selesai menjelang Isya’

Oleh al-Faqir Ilallah Abu Zur’ah ath-Thaybi

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*