islam

Islam adalah Agama Para Nabi dan Rasul ‘Alaihimus Shalatu Was Salam (2)

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Aqidah 0 Comments

Musa alaihis salam adalah seorang muslim. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

))وَقَالَ مُوسَى يَا قَوْمِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُسْلِمِينَ((

“Dan Musa berkata, ‘Hai kaumku, jika kalian beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu (mengaku) sebagai orang-orang muslim.’” [QS. Yunus [10]: 84]

Sehingga, tidaklah datang seorang nabi melainkan seorang muslim yang mengajak kepada Islam. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

))إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا((

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat yang di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang muslim.” [QS. Al-Ma’idah [5]: 44]

Kemudian datanglah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasul terakhir untuk menutup risalah dan kenabian. Beliau menyempurnakan Islam yang dibawa oleh para nabi. Beliau diutus untuk semua alam, bangsa jin dan manusia, bangsa Arab dan ajam. Allah berfirman subhanahu wa ta’ala:

))مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا((

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [QS. Al-Ahzab [33]: 40]

))وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ((

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” [QS. Saba` [34]: 28]

Islam ibarat sebuah bangunan besar hanya saja belum sempurna karena ada satu tempat batu-bata yang kosong. Muhammadlah batu-batu yang mengisi kekosongan ini sehingga jadilah Islam agama yang sempurna.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ مَثَلِي وَمَثَلَ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِي كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى بَيْتًا فَأَحْسَنَهُ وَأَجْمَلَهُ إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ مِنْ زَاوِيَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَطُوفُونَ بِهِ وَيَعْجَبُونَ لَهُ وَيَقُولُونَ هَلَّا وُضِعَتْ هَذِهِ اللَّبِنَةُ. قَالَ: فَأَنَا اللَّبِنَةُ وَأَنَا خَاتِمُ النَّبِيِّينَ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaanku dan nabi-nabi sebelumku seperti seseorang yang membangun suatu rumah lalu dia membaguskannya dan memperindahnya kecuali ada satu labinah (tempat lubang batu bata yang tertinggal belum diselesaikan) yang berada di dinding samping rumah tersebut, lalu manusia mengelilinginya dan mereka terkagum-kagum sambil berkata, ‘Seandainya saja ada labinah (batu bata) di letakkan di tempat ini!’” Beliau bersabda, “Maka akulah labinah itu, dan aku adalah penutup para nabi.” [Shahih al-Bukhari (no. 1785) dan ini lafazhnya, Shahih Muslim (no. 2286), Musnad Ahmad (II/312), Sunan Abu Dawud (no. 247)]

Tidak ada pilihan bagi yang ingin masuk surga kecuali masuk Islam yang dibawa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan, sekiranya Nabi Musa ‘alaihis salam masih hidup, maka tidak ada pilihan baginya kecuali mengikuti Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Begitu pula Nabi Isa ‘alaihis salam, sekiranya beliau masih hidup, maka tidak ada pilihan baginya kecuali mengikuti syari’at Islam. Di akhir zaman nanti, Nabi Isa ‘alaihis salam akan turun dari langit dengan kehendak Allah untuk menegakkan syari’at Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau membunuh babi, mematahkan salib, dan menegakkan pajak bagi nonmuslim.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لَا يَقْبَلَهُ أَحَدٌ حَتَّى تَكُونَ السَّجْدَةُ الْوَاحِدَةُ خَيْرًا مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا. ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ: وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ (( وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا ))

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, benar-benar akan tiba saatnya Isa Putra Maryam turun (dari langit) sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menerapkan jizyah (pajak bagi nonmuslim), dan harta benda akan banyak tersebar sehingga tidak ada seorang pun yag mau menerima (shadaqah) hingga pada masa itu satu kali sujud lebih baik daripada dunia dan seisinya.” Kemudian Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Bacalah firman Allah jika kamu mau: ‘Dan tidak ada satu pun dari Ahli Kitab kecuali pasti akan beriman kepadanya (‘Isa ‘alahis salam) sebelum kematiannya dan pada hari Kiamat nanti ‘Isa akan menjadi saksi bagi mereka.’” [QS. An-Nisa` [4]: 159] [Shahih al-Bukhari]

Dari penjelasan ini, terbantahlah orang-orang dungu yang mengatakan, “Semua agama adalah sama. Siapa saja yang taat kepada agamanya, maka ia akan masuk surga. Orang Nasrani yang taat kepada agamanya, akan masuk surga. Orang Yahudi yang taat kepada agamanya, akan masuk surga.”

Mereka berdalil dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

))إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ((

“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian, dan beramal shalih, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” [QS. Al-Baqarah [2]: 62]

Bantahan: Yang dimaksud orang-orang Yahudi di sini adalah Bani Israil pada masa Nabi Musa ‘alaihis salam yang beriman kepadanya. Mereka adalah orang-orang yang dimaksud dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

))وَقَالَ مُوسَى يَا قَوْمِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُسْلِمِينَ((

“Dan Musa berkata, ‘Hai kaumku, jika kalian beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu (mengaku) sebagai orang-orang muslim.’” [QS. Yunus [10]: 84]

))وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ((

“Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat. Sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau.” [QS. Al-A’raf [7]: 156]

Adapun yang dimaksud dengan orang-orang Nasrani dalam ayat tersebut adalah kaum Hawariyyun yang beriman kepada Nabi Isa ‘alaihis salam. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

))يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ ((

“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada kaum Hawariyyun (pengikut-pengikut Nabi Isa ‘alaihis salam yang setia): ‘Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Kaum Hawariyyun itu berkata: ‘Kamilah penolong-penolong agama Allah.’” [QS. Ash-Shaff [61]: 14]

            Demikianlah penjelasan dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengenai ayat 62 dari surat al-Baqarah ini. [Lihat ad-Durrul Mantsur (I/74-75) oleh as-Suyuthi, Zadul Mashir (I/11) oleh Ibnul Jauzi]

Setiap kaum yang beriman kepada nabinya adalah orang muslim pada zamannya. Maka, Bani Israil yang beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam adalah orang-orang muslim pada zamannya. Kaum Hawariyyun yang beriman kepada Nabi Isa ‘alaihis salam adalah orang-orang muslim pada zamannya. Adapun setelah datang Islam yang dibawa oleh Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tidak ada jaminan bagi siapa pun untuk masuk surga –baik Yahudi, Nasrani, atau selainnya– kecuali jika mengikuti Islam dan syari’at Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidak seorang pun dari kalangan ummat Yahudi atau Nasrani ini yang mendengar ajaranku, kemudian ia mati tanpa mengimani risalahku, kecuali ia tergolong penghuni neraka.” [Shahih Muslim (I/93)]

Lantas, bagaimana bila agama para nabi terdahulu telah dirubah-rubah oleh pemeluknya sebagaimana agama Yahudi dan Nasrani sekarang ini???

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Masjid Thaybah, mengisi kekosongan hari-hari Tasyrik 1432 H

Abu Zur’ah ath-Thaybi

*Perhatian: Jika dalam referensi tercantum kata “Lihat”, artinya penulis tidak melihat langsung kitab aslinya tetapi hanya saduran dari kitab yang memuatnya, atau memakai bahasa penulis sendiri.

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*