bahasa arab

Tiga Pengaruh Agung Bahasa Arab Bagi Ahlinya (2)

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Manhaj 0 Comments

قَالَ أَبُو زُرْعَةَ الرَّازِيُّ: أَحْفَظُ مِائَتَيْ أَلْفِ حَدِيثٍ كَمَا يَحْفَظُ الإِنْسَانُ: «قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ»، وَفِي الْمُذَاكَرَةِ ثَلاثُمِائَةِ أَلْفِ حَدِيثٍ.

Abu Zur’ah ar-Razi berkata, “Aku hafal 200 000 hadits seperti seseorang hafal surat al-Ikhlas. Seandainya berpikir keras bisa sampai 300 000 hadits.” [Ibid (hal. 76)]

قَالَ أَبُو زُرْعَةَ الرَّازِيُّ: كَانَ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ يَحْفَظُ أَلْفَ أَلْفِ حَدِيثٍ. فَقِيلَ لَهُ: وَمَا يُدْرِيْكَ؟ قَالَ: ذَاكَرْتُهُ، وَأَخَذْتُ عَلَيْهِ الأَبْوَابَ.

Abu Zur’ah ar-Razi berkata, “Ahmad bin Hanbal hafal satu juta hadits.” Ditanyakan  kepadanya, “Dari mana Anda tahu?” Dia menjawab, “Aku pernah belajar kepadanya dan mengambil beberapa bab darinya.” [Ibid (hal. 53)]

Inilah bahasa Arab. Tidak ada satupun bahasa yang mampu dihafal dengan hafalan yang banyak selain bahasa Arab. Kita melihat tidak ada satupun kitab berbahasa yang banyak dihafal selain al-Qur`an yang berbahasa Arab. Bukti ini sudah cukup untuk menunjukkan keutamaan bahasa Arab sebagai bahasa ilmu.

Dari sudut pandang sinilah akan mucul tingkat intelijensi yang mengagumkan. Pasalnya, orang yang banyak hafalannya dan terbiasa dalam menghafal maka otaknya akan cerdas dan mudah menghafal satu informasi dalam sekejab. Dalam ilmu fisiologi, otak manusia terdiri dari berjuta-juta sel saraf yang saling terhubung satu sama lain, semakin banyak hafalannya maka jaring-jaring sel saraf akan semakin melebar, kokoh, dan cerdas. Berikut ini bukti konkretnya.

قَالَ قَتَادَةُ: مَا سَمِعَتْ أُذُنَايَ شَيْئًا قَطُّ إِلا وَعَاهُ قَلْبِي.

Qatadah berkata, “Tidaklah kedua telingaku mendengar sesuatu melainkan akan dihafal oleh hatiku.” [Ibid (hal. 89)]

Hal ini tidaklah berlebihan, dengan seizin Allah. Bahkan, Allah menegaskan kecerdasan ini dalam firmannya:

(( كِتَابٌ فُصِّلَتْ آيَاتُهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ ))

“Sebuah kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya secara terperinci dengan berbahasa Arab bagi kaum yang MENGETAHUI.” [QS. Fushilat [41]: 3]

Lafazh “ya’lamun” seakan mengisyaratkan bahwa orang yang mahir  bahasa Arab lalu mampu mengambil faidah dari ayat-ayat al-Qur`an akan terkumpul padanya ilmu (ilmu adalah masdar dari ‘alima – ya’lamu) sehingga dia pun menjadi orang yang cerdas.

Ketiga: Pengaruh Emosional

Orang yang ahli dalam bahasa Arab memiliki tingkat kejiwaan yang stabil dan juga pandai bergaul dengan masyarakat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

(( وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنْذِرَ يَوْمَ الْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ ))

“Dan demikianlah Kami telah mewahyukan kepadamu al-Qur`an berbahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada penduduk Makkah dan negeri-negeri sekitarnya, dan suapaya kamu memberi peringatan akan hari perkumpulan yang tidak diragukan lagi, di mana sebagian mereka di surga dan sebagian lain di neraka.” [QS. Asy-Syuura [42]: 7]

Ayat ini berbentuk perintah tetapi tidak menutup kemungkinan memiliki makna khabar, seperti hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

«وَمَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ»

“Dan barangsiapa yang berdusta dengan sengaja atas namaku, maka hendaklah dia menyiapkan tempat duduknya di neraka.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahih al-Bukhari (no. 110) dan Shahih Muslim (no. 3) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]

Imam Ibnu Rajab berkata, “Sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas bentuknya amr/perintah tetapi maknanya adalah khabar/penjelasan bahwa barangsiapa yang berdusta terhadapku, berarti dia telah menyiapkan tempat duduknya di neraka.” [Lihat Jami’ul Ulum wal Hikam (I/498)]

Dalam ayat ini Allah mengabarkan bahwa al-Qur`an diwahyukan  kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan berbahasa Arab. Lalu pengaruhnya pun nampak pada diri beliau sehingga dikatakan bahwa al-Qur`an seluruhnya adalah akhlak beliau. Kemudian akhlak ini pun diketahui oleh orang-orang sehingga mereka mengagumi beliau, enggan menatap beliau dalam-dalam, mentaati perintahnya, dan rela berkorban demi membelanya. Dengan akhlak yang mulia ini, beliau diperintahkan untuk berdakwah kepada ummat yang ada di negeri Makkah dan negeri-negeri lain sekitar Makkah.

قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: تَعَلَّمُوا الْعَرَبِيَّةَ فَإِنَّهَا تُثَبِّتُ الْعَقْلَ وَتَزِيدُ فِي الْمُرُوءَةِ.

Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Pelajarilah bahasa Arab karena ia mengokohkan akal dan menambah muruah (kewibawaan).” [Syu’abul-Iman (no. 1556) oleh Imam al-Baihaqi]

Selesai ditulis menjelang Magrib, 21 Sya’ban 1432 H/11 Juli 2012

Al-Faqir ila afwi rabbih

Abu Zur’ah ath-Thaybi

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*