syirik

Bahaya Syirik

Admin Aqidah 0 Comments

Salah satu musibah besar yang menimpa kaum muslimin zaman ini adalah ketidakpedulian mereka terhadap perkara agama dan tersibukkan dengan urusan dunia. Sehingga banyak diantara mereka terjerumus pada perkara yang diharamkan Allah Ta’ala.

Diantara perkara yang diharamkan oleh Allah Ta’ala yang paling berbahaya adalah syirik. Oleh karena itu penting bagi kaum muslimin untuk mengetahui bahaya syirik sehingga dapat menghindarinya.

Pengertian Syirik

Syirik adalah menyamakan selain Allah Ta’ala dengan Allah Ta’ala dalam hal-hal yang merupakan kekhususan Allah Ta’ala, seperti : Berdo’a kepada selain Allah Ta’ala disamping berdo’a kepada Allah Ta’ala atau memalingkan suatu bentuk ibadah seperti menyembelih (berkurban), bernadzar, tawakkal, istighatsah (minta perlindungan dalam keadaan sulit) dan sebagainya kepada selain Allah Ta’ala.

Bahaya syirik yang pertama : Pelaku kesyirikan telah melanggar hak Allah Ta’ala

Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada sahabat Mu’adz bin Jabal :

“Wahai Mu’adz, tahukah engkau hak Allah atas hamba-hamba-Nya dan hak hamba-hamba_Nya atas Allah?”. Mu’adz menjawab : “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hak allah atas hamba-hamba-Nya adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun.” (HR.Al-Bukhari dan Muslim)

Maka sungguh orang musyrik telah melanggar hak Allah Ta’ala. Karena Allah menghendaki hamba-hamba-Nya agar mewujudkan segala macam ibadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dia pun menghendaki agar hamba-hamba-Nya merendahkan diri dan tunduk kepada-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Bahaya Kedua : Pelaku kesyirikan telah melakukan kezaliman yang paling besar

               Barangsiapa yang beribadah kepada selain Allah Ta’ala, sungguh dia telah meletakkan ibadah tidak pada tempatnya dan memberikannya kepada yang tidak berhak. Maka hal ini adalah bentuk kezaliman yang paling besar.

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar”)Luqman:13)

Bahaya ketiga : Pelaku kesyirikan telah melakukan dosa yang paling besar

وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. (An-Nisa’:48)

Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Maukah kalian aku beritahukan tentang dosa dosa yang paling besar?” kami menjawab, “Ya, wahai Rasulullah” Beliau bersabda, “Berbuat syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang” (HR.Bukhari dan Muslim)

 

Bahaya keempat : Allah Ta’ala tidak akan mengampuni dosa syirik apabila tidak bertaubat hingga akhir hidupnya

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاء

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (An-Nisa’:116)

Namun apabila pelaku syirik bertaubat sebelum akhir hayatnya, maka akan diampuni dosa-dosanya. Allah Ta’ala berfirman :

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Az-Zumar:53)

Ibnu Katsir berkata: “Ayat yang mulia ini merupakan ajakan kepada semua pelaku maksiat untuk diantara orang-orang kafir dan selain mereka untuk bertaubat dan kembali kepada Allah Ta’ala. Serta merupakan kabar pula bahwa Allah Tabaraka wa Ta’ala mengampuni seluruh dosa bagi orang yang bertaubat darinya dan meninggalkannya, bagaimanapun dan berapapun banyaknya serta sekalipun seperti buih di lautan. (Tafsir Ibnu Katsir)

 

Bahaya kelima: Syirik menghapus pahala segala amal kebaikan

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (Az-Zumar:65)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-sa’di Rahimahullah berkata : “Jadi, di dalam kenabian seluruh nabi-nabi (diajarkan bahwa) syirik itu menghapus seluruh amal-amal shalih, sebagaimana dikatakan oleh Allah ta’ala di dalam surat Al-an’am setelah dia menyebutkan banyak nabi-nabi dan Rasul-rasul-Nya”, Allah berfirman:

ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. (Al-An’am:88)

Bahaya Keenam: Surga diharamkan bagi pelaku kesyirikan dan baginya neraka

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun. (Al-Ma’idah:72)

 

Sumber :

  1. At-Tauhid Li ash-Shaff ats-Tsalist al-‘ali (Kitab Tauhid 3) oleh Syaikh Shalih bin Fauzan , Pustaka Darul Haq
  2. Taisir al-Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan (tafsir Al-Qur’an jilid 6) oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Pustaka Shahifa)
  3. Lubaabut Tafsir Min Ibni Katsir (tafsir Ibnu Katsir Jilid 8) tahqiq oleh DR.Abdullah bin Muhammad bin ‘abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh, Pustaka Imam Syafi’i

4. Huquuq Da’at Ilaiha Al-fithrah wa Qarrarat-ha Asy-syari’ah (10 Hak dalam Islam) oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin, Pustaka Al-Minhaj.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*