Mengapa tidak boleh memajang foto di facebook

Alasan Mengapa Tak Boleh Pajang Foto di FB

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Adab, Akhlak Muamalah 0 Comments

:: Pertanyaan: Mengapa saya tidak boleh memasang foto pribadi saya di Facebook? Apa ada yang salah?

:: Jawab: Karena orang shalih memiliki kecemburuan, inilah alasan utamanya.

Diriwayatkan bahwa Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu ‘anhu pernah berkata:

لَوْ رَأَيْتُ رَجُلاً مَعَ امْرَأَتِى لَضَرَبْتُهُ بِالسَّيْفِ غَيْرَ مُصْفَحٍ

“Seandainya aku melihat ada seseorang berduaan dengan istriku, sungguh akan aku tebas ia dengan pedang tanpa ampun.” [Takhrij menyusul]

Orang-orang shalih tidak rela jika istrinya dipandang, disentuh, dan dinikmati orang lain. Mereka takut mendapat ancaman Allah yang Maha keras siksanya bahwa para Dayyuts tidak akan mendapatkan bau surga. Siapa Dayyuts? Para lelaki yang tidak ada kecemburuan terhadap keluarganya.

Bayangkan, dengan hanya mengupload satu gambar saja berarti menjajakan gambar itu di depan publik yang tersimpan selamanya-lamanya di jutaan komputer lelaki hidung belang dan lelaki shalih. Bisa dibuka dan dilihat kapanpun, dimanapun, semaunya tanpa ada yang menegur. Ini adalah kerusakan yang sangat besar. Silahkan bandingkan, lebih besar manakah dengan melihat wanita cantik di jalan? Seseorang yang melihat wanita cantik di jalan, pandangannya terbatas. Jika si wanita menoleh kepadanya maka dia tertunduk karena malu, tidak berani menatapnya terus-menerus. Tidak bisa kapanpun, dimanapun, dan semaunya sendiri. Beda dengan foto di internet.

Sesungguhnya kecemburuan adalah teladan para nabi ‘alaihimus salam. Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam adalah lelaki yang sangat pecemburu, bahkan kecemburuan beliau melebihi Sa’ad bin Ubadah yang hendak menebas dengan pedangnya seseorang yang berduaan dengan istrinya. Ketika kabar ucapan Sa’ad bin Ubadah tersebut sampai ke Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, beliau bersabda:

«تَعْجَبُوْنَ مِنْ غَيْرَةِ سَعْدٍ؟ وَاللَّهِ لَأَنَا أَغْيَرُ مِنْهُ»

“Apakah kalian merasa heran dengan kecemburuan Sa’ad? Demi Allah, saya lebih pecemburu daripada dia.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahih al-Bukhari (no. 7416) dan Shahih Muslim (no. 1499)]

Diriwayatkan bahwa ‘Aisyah pernah makan bersama Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam sepiring, lalu tiba-tiba lewatlah ‘Umar dan Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam memanggilnya. Pada waktu itu belum turun ayat hijab sehingga kaum lelaki tidak dilarang bertemu tatap muka dengan wanita ajnabi. Waktu itu, tangan ‘Umar tanpa sengaja menyentuh tangan ‘Aisyah. Melihat itu Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam tidak suka karena kecemburuannya. Kemudian turunlah ayat hijab. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (VI/455) dan Sunanul Kubra (no. 11419) oleh an-Nasa`i]

Sesungguhnya perempuan-perempuan masa kini akan menjadi istri dan ibu untuk masa mendatang. Lalu wanita shalihah di antara mereka yang pernah memasang fotonya di FB menyesal saat melihat besarnya cinta suami kepadanya dan kecemburuannya. Untuk itu, dia berusaha memakai hijab lebar –bahkan cadar– tapi bayang-banyang foto dirinya yang sekarang dinikmati kaum lelaki di jutaan komputer menghantuinya. Hingga penyesalan pun datang dan kesedihan pun melanda.

Saudari-saudariku, sebelum ini benar-benar terjadi maka jangan lagi mengupload wajah cantikmu di FB, tetapi simpanlah untuk suamimu kelak. Semoga Allah merahmatimu.

Hukum ini umum mencakup lelaki dan perempuan, tanpa dibedakan. Hanya saja untuk kaum Hawa lebih ditekankan. Adapun bagi kaum lelaki, tidak diperbolehkan memasang foto pribadinya karena beberapa alasan:

1:: Mendapat ancaman Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam:

«إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ»

“Sesungguhnya manusia yang paling berat siksanya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah al-mushawwirun.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahih al-Bukhari (no. 5950) dan Shahih Muslim (no. 2109)]

Masuk dalam kategori ini adalah foto bernyawa meliputi manusia dan hewan. Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam pernah memerintahkan ‘Ali untuk tidak meninggalkan gambar melainkan disobek. Memang di antara ulama ada yang berselisih tentang gambar bernyawa setengah badan (non-close up), yang jelas menjaga diri dengan keluar dari perselisihan adalah tindakan yang bijak.

2:: Menimbulkan fitnah bagi kaum Hawa. Allah Ta’ala berfirman:

((فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَذَا بَشَرًا إِنْ هَذَا إِلاَّ مَلَكٌ كَرِيْمٌ))

“Maka, ketika mereka melihatnya (Yusuf), mereka (kaum wanita negeri Mesir) merasa takjub dan memotong-motong (melukai) tangannya (jarinya). Mereka berkata, ‘Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia.’” [QS. Yusuf [12]: 31]

3:: Bukti bukan orang shalih yang sempurna keimanannya. Allah Ta’ala berfirman:

((قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ))

“Katakanlah kepada orang-orang mukmin agar mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka. Demikian itu lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Allah maha melihat apa yang mereka perbuat.” [QS. An-Nur [24]: 30]

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

Menjelang sore 26 April 2012

Abu Zur’ah ath-Thaybi

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*