semangat

Ternyata Semangat Mereka Beragam

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Penyejuk Hati 0 Comments

Oleh: Abu Zur’ah ath-Thaybi

Setiap makhluk memilki impian dan ambisi yang mereka semangat sekali untuk mewujudkannya. Sehingga, semangat mereka pun beragam sesuai tujuan masing-masing. Allah Ta’ala berfirman:

(( إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّى ))

“Sesungguhnya usaha kalian itu beragam.” [QS. Al-Lail [92]: 4]

1:: Semangat Iblis dan Sekutunya

Iblis sangat bersemangat dalam menipu dan menyesatkan manusia. Saking semangatnya, dia datangi manusia dari segala penjuru arah: kanan, kiri, depan, dan belakang. Bahkan, dia memulai ambisinya itu semenjak anak Adam dilahirkan dari perut ibunya hingga tubuhnya tergeletak lemah meregang nyawa di atas ranjang. Allah Ta’ala berfirman:

(( قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ (١٦) ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ ))

“Dia berkata, ‘Karena Engkau telah memvonisku sesat, sungguh aku akan menyesatkan mereka dari jalan-Mu yang lurus. [16] Kemudian benar-benar aku akan datangi mereka dari arah depan, belakang, kanan, dan kiri mereka, dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.’” [QS. Al-A’raf [7]: 16-17]

Ambisi petama Iblis adalah mengajak manusia kufur dan menyukutkan Allah. Jika dia gagal, dia menempuh jalan lain berupa bid’ah. Jika gagal, pindah jalan berupa maksiat. Jika gagal, pindah jalan berupa menipu manusia agar mengerjakan yang furu’ dengan meninggalkan yang pokok.

Namun, semangat Iblis yang menimbulkan kecapean, kepayahan, dan keletihan ini malah menjadikannya dimasukkan ke dalam api Neraka.!

2:: Semangat Ahli Dunia

Ahli dunia menempati nomor dua dalam jajaran makhluk bersemangat dalam menggapai ambisinya, setelah Iblis. Saat bangun tidur yang terbayang di kepalanya adalah kantor dan bisnisnya. Dia mandi, sarapan, berangkat dan melakukan aktivitas lainnya atas dorongan dunianya. Jika dia sudah mendapatkan dunia yang dulu dicita-citakannya, hatinya tidak tenang kecuali menginginkan yang lebih besar lagi. Semangatnya membuncah-buncah. Nabi shallallau ‘alalihi wa sallam bersabda:

«لَوْ كَانَ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لاَبْتَغَى ثَالِثًا ، وَلاَ يَمْلأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ»

“Seandainya anak Adam memiliki dua lembah berisi harta pasti dia akan menginginkan lembah ketiga, dan lambung anak Adam tidak akan pernah penuh kecuali (disumpel dengan) tanah.” [Shahih: Shahih al-Bukhari (no. 6436) dari Ibnu ‘Abbas]

Semangat mereka ibarat BBM atau tarif listrik. Tidak akan pernah turun bahkan naik terus.!

3:: Semangat Orang Muslim

Urutan ketiga diraih oleh kaum muslimin kategori semangat tinggi. Mereka semangat dalam  beramal untuk mengharapkan berjumpa dengan Rabb yang tidak dilihatnya dan mengharapkan surga yang dijanjikan oleh-Nya. Meskipun iming-iming surga sangat menggiurkan, kebanyakan kaum muslimin tidak bisa lagi menambah semangatnya.

(( جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدَ الرَّحْمَنُ عِبَادَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّهُ كَانَ وَعْدُهُ مَأْتِيًّا (٦١) لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا إِلَّا سَلَامًا وَلَهُمْ رِزْقُهُمْ فِيهَا بُكْرَةً وَعَشِيًّا ))

“Surga ‘Adn yang dijanjikan ar-Rahman kepada para hamba-Nya padahal ia tidak melihat-Nya. Sesungguhnya janji-Nya akan dipenuhi. [61] Di dalamnya mereka tidak mendengar kesia-siaan, tetapi ucapan salam, dan bagi mereka rizeki pada waktu pagi dan petang.” [QS. Maryam [19]: 61-62]!

Memang setiap tiga golongan ini memiliki semangat dan amal yang membuatnya capek dan lelah, tetapi kesudahannya berbeda-beda. Ada yang menjerumuskan ke dalam neraka dan ada pula yang memasukkannya ke surga. Maka, dari sini seharusnya setiap muslim merenung sehingga bersyukur karena atas karunia Allah, Dia arahkan semangat dan amalnya itu kepada jalan kebahagiaan.

Saya mengenal dua jenis teman yang sama-sama sudah mengenal keutamaan ilmu dan pemiliknya, surga dan penghuninya.

Teman pertama sibuk sebagai aktivis di kampus. Tidak ada satu event melainkan dia ikut dan menjadi panitianya. Semangatnya habis dia salurkan untuk acara itu. Kelak mungkin cita-citanya memilki skill organisatoris tercapai.

Teman kedua sibuk dengan ibadah dan ilmunya. Dia rajin shalat berjamaah. Tidaklah terdengar adzan melainkan dia bersiap-siap memenuhinya.

Kita sepakat bahwa keduanya capek dan letih dalam mengejar ambisinya. Ke mana ambisi dan cita-citanya, maka kesitulah semangatnya diarahkan sekaligus rasa capek, letih, payah, dan berkeringat. Namun, demi Allah, kesudahan yang akan mereka terima berbeda. Maka, pilih yang manakah Anda???

(( وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى (٣٩) وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى (٤٠) ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَى (٤١) وَأَنَّ إِلَى رَبِّكَ الْمُنْتَهَى ))

“Dan sesungguhnya manusia tidak akan mendapatkan kecuali apa yang dulu dia usahakan. [39] Dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan. [40] Kemudian, dia akan dibalas dengan balasan yang sempurna. [41] Dan sesungguhnya kepada Rabb-mu tempat kesudahan.” [QS. An-Najm [53]: 39-42]!

25 April 2012, Abu Zur’ah ath-Thaybi

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*