arbain nawawi

Ada Apa dengan Hadits Arba’in? (2)

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Review Kitab 0 Comments

Tips Mudah Menghafal Arbain an-Nawawi

Saya di sini tidak akan mencantumkan cara yang memang sudah umum tidak boleh tidak –bahkan dalam segala hal– seperti ikhlas kepada Allah, bersungguh-sungguh, dan minta pertolongan kepada Allah dan lain sebagainya. Walhamdulilah hal ini telah diketahui oleh semua orang. Namun, yang akan saya tawarkan adalah langkah nyata atau kongkrit dalam menghafalnya. Berikut langkah-langkahnya:

[1] Bagilah hadits-hadits Arbain menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama berisi hadits-hadits pendek (22 hadits: no. 5, 7, 8, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 20, 21, 30, 31, 32, 33, 34, 39, 40, 41, dan 42), kelompok kedua berisi hadits-hadits sedang (15 hadits: no. 1, 3, 6, 9, 10, 22, 23, 25, 26, 27, 28, 35, 36, 37, dan 38), dan kelompok terakhir berisi hadits hadits panjang (5 hadits: no. 2, 4, 19, 24, dan 29). Hafalkan kelompok pertama dulu, baru kemudian kelompok kedua, dan seterusnya. Motede ini sangat bermanfaat untuk menghilangkan keputusasaan dan kejenuhan.

[2] Hafalkan yang matan (ucapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) dulu, jika sudah selesai menghafal semua matan hadits dilanjutkan menghafal shahabat yang meriwayatkannya, baru kemudian takhrijnya.

[3] Jika semua langkah di atas telah diterapkan dan telah/pernah menghafal semuanya, bagilah menjadi tiga bagian, yaitu no. 1 s.d no. 10, no. 11 s.d no. 30, dan no. 31 s.d no. 42. Mulailah mengulang-ulang bagian pertama hingga benar-benar sempurna hafalannya. Jika sudah mutqin (kuat) dilanjutkan dengan bagian kedua, kemudian bagian ketiga. Usai itu, ditutup dengan mengulangi dari awal hingga akhir. Akhirnya Anda pun telah sukses menghafal 42 hadits.

[4] Terakhir, jika Anda telah hafal 42 hadits secara sempurna tidak boleh terlalu PD dulu. Belum selesai! Anda harus mengulang-ulang hafalan itu minimal 50 kali dari hadits no. 1 hingga no. 42. Sekedar saran, sempatkan memurajaahnya minimal sekali dalam sehari pada waktu antara Magrib – Isya`. Insya Allah dengan begitu Anda akan memiliki hafalan yang sempurna dan siap dinukil kapan pun dan di mana pun Anda mau.

قَالَ الْحَسَنُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ الْفَقِيهُ: لا يَحْصُلُ الْحِفْظُ إِلَيَّ حَتَّى يُعَادَ خَمْسِينَ مَرَّةً.

Al-Hasan bin Abu Bakar an-Naisaburi al-Faqih berkata, “Hafalan belum kokoh menurutku hingga diulang-ulang sebanyak 50 kali.” [Al-Hatstsu ala Hifzhil Ilmi (hal. 44) oleh Ibnul Jauzi, Muassasah Syababul Jami’ah cet. ke-2 th. 1412 H]

قَالَ اِبْنُ الْجَوْزِي: كَانَ أَبُو إِسْحَاقَ الشِّيرَازِيُّ يُعِيدُ الدَّرْسَ مِائَةَ مَرَّةٍ، وَإِنْ كَانَ إِلْكِيَا يُعِيدُ سَبْعِينَ مَرَّةً.

Ibnul Jauzi berkata, “Abu Ishaq asy-Syirazi mengulang-ngulang pelajaran sebanyak 100 kali. Adapun Ilkiya mengulang-ngulang sebanyak 70 kali.” [Ibid (hal. 43-44)]

قَالَ أَيْضًا: أَنَّ فَقِيْهًا أَعَادَ الدَّرْسَ فِي بَيْتِهِ مِرَارًا كَثِيْرَةً فقَالَتْ لَهُ عَجُوزٌ فِي بَيْتِهِ قَدْ وَاللَّهِ حَفِظْتُهُ أَنَا. فَقَالَ: أَعِيْدِيْهِ؛ فَأَعَادَتْهُ. فَلَمَّا كَانَ بَعْدَ أَيَّامٍ قَالَ: يَا عَجُوزُ، أَعِيدِي ذَلِكَ الدَّرْسَ! فَقَالَتْ: مَا أَحْفَظُهُ. قَالَ: إِنِّي أُكَرِّرُ عَدَّ الْحِفْظِ لِئَلا يُصِيبَنِي مَا أَصَابَكِ.

Beliau juga berkata, “Seorang ahli fiqih mengulang-ngulang pelajarannya di rumah berkali-kali. Seorang budak perempuan tua di rumahnya berkata, ‘Aku telah menghafalnya.’ Ahli fiqih berkata, ‘Murajaahlah!’ Maka ia pun mengulang-ngulang hafalannya. Setelah berlalu beberapa hari, dia berkata, ‘Wahai perempuan tua, coba ulangi hafalanmu dulu.’ Dia menjawab, ‘Aku tidak lagi hafal.’ Ahli fiqih itu berkata, ‘Sesunggunya aku mengulang-ngulang terus pelajaranku sehingga tidak menimpaku apa yang telah menimpamu.’” [Ibid (hal. 44)]

Kutahuilah! Termasuk akal yang kurang cerdas adalah melepas hewan buruan yang berhasil ditangkapnya.

[5] Terakhir sekali, jika semua langkah ini telah Anda tempuh dan Anda pun telah hafal 42 hadits dengan hafalan yang kokoh, maka jangan lupa bersyukur kepada Allah dan mengamalkan hadits-haditsnya.

Di antara bentuk syukur itu adalah dengan sedekah, mentraktir kawannya, atau mengundang banyak kawan ke rumahanya untuk makan bersama.

Terdapat sebuah riwayat bahwa al-Hafizh Ibnu Hajar setelah menyelesaikan penggarapan Fathul Bari Syarah Shahih al-Bukhari selama bertahun-tahun, beliau mengadakan pesta makan besar-besaran hingga orang-orang memenuhi jalan-jalan, dan ikut serta merayakannya penguasa pada waktu itu.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menghafal surat al-Baqarah selama 10 atau 12 tahun. Usai itu beliau menyembelih seekor kambing dan menyedekahkannya kepada orang-orang. Allahu alam.

Akhirnya, selamat makan dan semoga kita termasuk orang-orang yang kenyang!!! J

Semoga shalawat dan salam tercurah untuk Rasulullah, keluarganya, dan para shahabatnya.

Masjid Thaybah, 25 Sya’ban 1433 H/15 Juli 2012

Mantan Penghafal Hadits Arbain

Abu Zur’ah ath-Thaybi

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*