arbain nawawi

Ada Apa dengan Hadits Arba’in?

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Review Kitab 0 Comments

Segala puji bagi Allah dan shalawat dan salam semoga untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Amma ba’du:

Mengenal Arbain an-Nawawi

Hadits Arbain atau Arbain an-Nawawi disusun oleh al-Hafizh Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawi (w: 676 H). Arbain artinya empat puluh, karena kutaib (kitab kecil) ini mencantumkan 42 hadits yang berisi pokok-pokok ajaran Islam.

Banyak ulama yang menyusun hadits Arbain, di antaranya Ibnul Mubarak, ath-Thusi, an-Nasa`i, Abu Bakar al-Ajurri, Abu Bakar al-Ashfahani, ad-Daraquthni, al-Hakim, Abu Nu’aim al-Ashfahani, Abu Abdurrahman as-Sulami, Abu Utsman ash-Shabuni, Abu Bakar al-Baihaqi dan lain-lain yang tidak terhitung jumlahnya. Di antara mereka ada yang menghimpun 40 hadits tentang usul, cabang, jihad, zuhud, adab, dan tema-tema baik lainnya. [Syarah Arbain an-Nawawi (hal. 34-36) oleh Ibnu Daqiq al-Id secara ringkas, Darus Salam: cet. ke-3 th. 1428 H/2007 M]

Secara umum hadits-hadits Arbain karya al-Imam an-Nawawi adalah hadits-hadits pokok dalam agama Islam. Dari keistimewaan ini, belum ada kutaib manapun yang setema mengunggulinya. Dikatakan bahwa pokok-pokok agama Islam tercantum dalam tiga hadits: hadits niat Umar bin Khaththab, hadits bid’ah Aisyah, dan hadits halal-haram an-Nu’man bin Basyir, dan semua hadits ini dimasukkan al-Imam dalam kutaibnya ini.

قَالَ الإِمَامُ أَحْمَدُ: أُصُوْلُ الْإِسْلاَمِ عَلَى ثَلَاثَةِ أَحَادِيْثَ: حَدِيْثُ عُمَرَ «الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتَ»، وَحَدِيْثُ عَائِشَةَ «مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ»، وَحَدِيْثُ النُّعْمَانِ بِنْ بَشِيْرٍ «الْحَلَالُ بَيِّنٌ وَالْحَرَامُ بَيِّنٌ»

Imam Ahmad berkata, “Pokok-pokok Islam terangkum dalam tiga hadits: hadits Umar ‘Amal itu dengan niat’, hadits Aisyah ‘Barangsiapa yang mengada-ngada dalam urusan kami apa yang bukan darinya maka ia tertolak’, dan hadits an-Nu’man bin Basyir ‘Yang halal jelas dan yang haram jelas.’” [Jâmi’ul Ulûm wal Hikam (hal. 9) oleh Ibnu Rajab al-Hanbali, Darul Ma’rifah: cet. ke-1 th. 1408 H]

Semua hadits ini dicantumkan oleh al-Imam secara berturut-turut no. 1, no. 5, dan no. 6. Perlu diketahui, dalam Arbain an-Nawawi terdapat tiga hadits yang dha’if tetapi dinilai hasan/shahih oleh al-Imam,  yaitu hadits no. 27, 30, dan 41. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh para pensyarahnya.

Pengarang Arbain an-Nawawi adalah seorang imam ahli hadits pada zamannya sehingga digelari al-hafizh “hafal ribuan hadits”. Allah telah menjadikan penerimaan kutaib ini di hati kaum muslimin dan menjadikan puluhan ulama mensyarah hadits ini karena kandungan faidah yang banyak di dalamnya. Di antara para ulama yang mensyarah kutaib ini adalah:

1 – Imam an-Nawawi sekaligus penyusun kutaib ini

2 – Imam Ibnu Daqiq al-Id (w: 702 H) dengan judul Syarah Arbain an-Nawawiyah

3 – Imam Ibnu Rajab (w: 795 H) dengan judul Jâmi’ul Ulûm wal Hikam yang merupakan syarah terbaik Arbain an-Nawawi

4 – Imam Ibnu Mulaqqin (w: 804 H)

5 – Syaikh Abdurrahman as-Sa’di (w: 1376 H)

6 – Syaikh Muhammad Hayat as-Sindi (w: 1163 H)

7 – Syaikh Musthafa al-Bagha dan Muhyiddin Mistu

8 – Syaikh Nazhim Muhammad Sulthan

9 – Syaikh al-Utsaimin (w: 1421 H)

10 – Syaikh Abdul Muhsin al-Abd al-Badr

11 – Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan

12 – Syaikh Shalih Alu Syaikh. [Syarah Arbain an-Nawawi (hal. 4) oleh Yazid Abdul Qadir Jawaz]

Kutaib ini telah mendapatkan pujian yang banyak dari para ulama dari zaman ke zaman. Maka, tidak layak bagi penuntut ilmu meninggalkan kutaib ini tanpa menghafalnya. Hanya kepada Allah kita meminta pertolongan.

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*