wafat

Kisah Wafatnya Ali bin Al Fudhail bin Iyyadh

Abu Zakariya Sutrisno, ST., M.Sc. Akhlak Muamalah 0 Comments

Ya’qub bin Yusuf berkata,

“Dahulu Fudhail bin Iyyadh jika mengetahui bahwa anaknya, Ali, berada di belakangnya – yakni dalam sholat- maka beliau berusaha berlalu saja (dalam membaca al Qur’an), tidak berhenti dan tidak menimbulkan takut. Jika ia mengetahui anaknya tidak berada di belakang maka beliau memilih-milih bacaan Al Qur’annya, membuat sedih dan takut.

Suatu hari Al Fudhail mengira anaknya tidak berada di belakangnya, beliau membaca ayat:

قَالُوا رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْماً ضَالِّينَ

Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat.” (QS Mu’minun: 106)

Maka Ali pun tersungkur pingsan karenanya. Ketika dia (Al Fudhail) mengetahui bahwa ternyata anaknya dibelakangnya dan telah jatuh maka beliau mempercepat bacaannya. Mereka pun pergi ke ibunya dan mengatakan “Lihatlah dia!” Ibunya pun datang dan memercikkan air padanya lalu dia pun siuman. Ibunya berkata pada Fudhail, “Engkau (hampir) membunuh anak ini.” Berlalulah beberapa waktu. Fudhail mengira anaknya tidak berada di belakangnya, beliau membaca ayat:

وَبَدَا لَهُم مِّنَ اللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُوا يَحْتَسِبُونَ

Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.” (QS Az Zumar: 47)

Ali pun tersungkur dan meninggal seketika. Bapaknya pun mempercepat bacaannya. Maka didatangkan Ibunya dan dikatakan padanya “Lihatlah dia”. Dia pun datang dan memercikkan air pada anaknya ternyata dia sudah meninggal rahimahullah.

[Diambil dari kitab At Tawwaabiin karya Ibnu Qudamah]

Begitulah tingkat kasyah (rasa takut) Ali bin Al Fudhail saat mendengar ayat-ayat Al Qur’an. Bagaimana dengan keadaan kita? Jangankan sampai meneteskan air mata, sekedar menghayati al Qur’an pun mungkin sulit dan sangat jarang. Apakah hati kita sudah sedemikian keras??

Semoga Allah memaafkan kekurangan kita dan memberi kita hati yang lembut, hati yang mampu meresapi ayat-ayatNya. Amien.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 4/6/1436H.

dipublish ulang dari: www.ukhuwahislamiah.com

Alumni Pesma Thaybah, serta lulus T Elektro ITS tahun 2010. Lulus S2 T Elektro di King Saud University, Saudi Arabia tahun 2013, sekarang sedang menempuh pendidikan S3 di tempat yang sama.
Aktivitas keilmuan sekarang mulazamah masyaikh di Riyadh serta mengajar di Maktab Dakwah Naseem, Riyadh.
Lebih dekat dapat dilihat di website beliau ukhuwahislamiah.com dan sutrisnolink.wordpress.com.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*