kehilangan

Ketika Harus Kehilangan Orang yang Kita Cintai

Brilly El-Rasheed Akhlak Muamalah, Penyejuk Hati 0 Comments

Kondisi yang paling berat, menyesakkan dada, membebani pikiran, menggelapkan pandangan dan meremukkan hati adalah kehilangan orang yang kita cintai, baik anak yang disayang, apalagi shalih-shalihah dan berbakti, ibu yang penyayang, istri tercinta, dan lain-lain.

Kondisi tersebut merupakan ujian dari Allah yang sangat besar pahalanya jika kita tetap bersabar, berharap pahala dari Allah dan senantiasa husnuzhzhan (berbaik sangka) bahwa kondisi tersebut adalah bukti cinta Allah.

Allah berfirman,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” [QS Al-Baqarah: 155]

Ibnu Nashir rahimahullah berkata,

وَالأنْفُسِ أَيْ: ذَهَابُ الأَحْبَابِ مِنَ الْأَوْلاَدِ، وَالأَقَارِبِ، وَالأَصْحَابِ

(Dan jiwa) yaitu dengan perginya orang-orang yang dicintai, baik anak-anak, kerabat, maupun sahabat.” [Taisir Al-Karim Ar-Rahmaan hal. 155]

Allah berfirman dalam hadits qudsi,

مَا لِعَبْدِيْ الْمُؤْمِنِ عِنْدِيْ جَزَاءٌ إِذَا قَبَضْتُ صَفِيَّهُ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا ثُمَّ اِحْتَسَبَهُ إِلاَّ الْجَنَّةُ

”Tidak ada bagi hambaKu yang beriman balasan dariKu, ketika Aku ambil orang yang dicintainya dari penghuni dunia, kemudian dia berharap balasan, kecuali surga.” [Shahih Al-Bukhari no. 6424. Shahih Al-Jami’ no. 8139]

Dalam fatwa Syabakah Islamiyyah yang diasuh oleh Dr. ‘Abdullah Al-Faqih, melalui situsnya Islamweb[dot]net pada fatwa nomor 167219, diterangkan,

أما معنى الصفي: فهو المصطفى كالولد والأخ وكل محبوب مؤثر, قال الحافظ ابن حجر في شرح الحديث: قَوْله: إِذَا قَبَضْت صَفِيّه ـ هُوَ الْحَبِيب الْمُصَافِي كَالْوَلَدِ وَالْأَخ وَكُلّ مَنْ يُحِبّهُ الْإِنْسَان، وَالْمُرَاد بِالْقَبْضِ: قَبْض رُوحه وَهُوَ الْمَوْت، والْمُرَاد بِاحْتَسَبَهُ: صَبَرَ عَلَى فَقْده رَاجِيًا الْأَجْر مِنْ اللَّه عَلَى ذَلِكَ. انتهـى.

“Adapun makna shofiy adalah orang yang dipilih, seperti anak, saudara, dan setiap orang yang dicintai dan memiliki pengaruh. Al-Hafizh Ibnu Hajar menerangkan makna hadits ini dengan mengatakan, ‘Jika Aku cabut shofiynya’ adalah orang yang dicintai hambaKu dan yang dipilihnya, seperti anak, saudara dan setiap orang yang dicintai oleh manusia, dan makna ‘Aku cabut’ adalah dicabut ruhnya yaitu mati, sementara makna ihtasabahu adalah bersabar atas taqdirNya dan berharap pahala dari Allah atas musibah tersebut.”

Dari Abu Musa Al-Asy’ari ‘Abdullah bin Qais, Rasulullah berkata,

إذَا مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى لِمَلَائِكَتِهِ : قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي ؟ فَيَقُولُونَ : نَعَمْ . فَيَقُولُ : قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ ؟ فَيَقُولُونَ : نَعَمْ . فَيَقُولُ : مَاذَا قَالَ عَبْدِي ؟ فَيَقُولُونَ : حَمِدَك ، وَاسْتَرْجَعَ . فَيَقُولُ : اِبْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ ، وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ

“Jika anak seseorang meninggal, Allah Ta’ala berkata kepada para malaikat, “Kalian mencabut nyawa anak hambaKu?” Para malaikat menjawab, ”Ya.” Allah berkata, ”Kalian menyumbat ujung hatinya?” Para malaikat menjawab, ”Ya.” Allah bertanya, “Lantas apa yang dikatakan hambaKu?” Para malaikat menjawab, ”Dia memuji Engkau dan mengucapkan kalimat istirja”.” Allah kemudian memerintahkan, ”Bangunlah untuk hambaKu ini rumah di dalam surga dan namailah dengan bait al-hamd (rumah yang penuh pujian).” [Ash-Shahihah no. 1408; Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 2012]

(1) Pimred majalah TAUHIDULLAH; (2) Pimred majalah dan buletin AS-SHOLIHIN, (3) redaktur pelaksana majalah AL-AKHBAR, (4) editor dan layouter majalah AL IHSAN, (5) reporter majalah MEDIAN LPMP Jawa Timur, (6) kontributor lepas majalah AR-RISALAH, (7) kontributor tetap majalah LENTERA QOLBU, (8) kontributor lepas di majalah ELFATA, (9) editor in chief majalah digital QUANTUM FIQIH, (10) konseptor dan mantan redaktur pelaksana majalah FITHRAH, (11) mantan layouter sekaligus pimred buletin Jum’at THAYBAH, (12) redaktur penerbit PT. EFMS, (13) admin salah satu situs berita Islam Nasional dengan 20.000 visit/hari), (14) online marketing UD. SBY CORPORATION, (15) pengasuh situs THAYBAH.ID, (16) promotor penerbitan majalah donatur, (17) redaktur pelaksana majalah SUARA MASKUMAMBANG, (18) redaktur pelaksana majalah SEJAHTERA dan buletin jumat YATIM SEJAHTERA, dan (19) mengasuh 2 website dan belasan blog keislaman yang ‘hidup segan mati tak mau’ sebagai salah satu cara merehatkan diri, serta (20) penulis buku GOLDEN MANNERS, KUTUNGGU DI TELAGA AL-KAUTSAR, MENDEKAT KEPADA ALLAH, QUANTUM IMAN, yang bisa Anda dapatkan di Gramedia atau toko buku lainnya.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*