kambing

Kambing Nyampe Surga?

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Aqidah 0 Comments

Kambing digembalakan para nabi dan menjadi harta paling berharga orang mukmin di akhir zaman, sementara di akhirat kambing menjadi binatang surga.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«مَا بَعَثَ اللَّهُ نَبِيًّا إِلَّا رَعَى الغَنَمَ»، فَقَالَ أَصْحَابُهُ: وَأَنْتَ؟ فَقَالَ: «نَعَمْ، كُنْتُ أَرْعَاهَا عَلَى قَرَارِيطَ لِأَهْلِ مَكَّةَ»
“Tidaklah Allah mengutus seorang nabi melainkan mengembala kambing.” Shahabat-shahabat beliau bertanya, “Anda juga?” Beliau menjawab, “Ya. Aku dulu mengembalakannya dengan (upah) beberapa qirath (satu kambing satu qirath) untuk penduduk Makkah.” [HR. Al-Bukhari (no. 2262, III/88), Ibnu Majah (no. 2149), dan al-Baihaqi (no. 11641) dalam as-Sunan al-Kubrâ dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]

Beliau juga bersabda:
«بُعِثَ مُوسَى وَهُوَ رَاعِي غَنَمٍ، وَبُعِثَ دَاوُدُ وَهُوَ رَاعٍ، وَبُعِثْتُ أَنَا وَأَنَا أَرْعَى غَنَمًا لِأَهْلِي بِالْأَجْيَادِ»
“Musa diutus sementara dia seorang pengembala kambing, dan Dawud diutus sementara dia seorang pengembala, serta aku diutus dan aku mengembala kambing kepada keluargaku dengan imbalan beberapa uang.” [Shahih: HR. Al-Bukhari (no. 577, I/202) dalam al-Adâb al-Mufrâd dan an-Nasa`i (no. 11262) dalam as-Sunan al-Kubrâ dari ‘Abdah bin Hazn radhiyallahu ‘anhu. Dinilai shahih al-Albani]

As-Sindi (w. 1138 H) menjelaskan, “Mungkin maksudnya karena kambing merupakan binatang yang banyak tersebar dan lemah (sehingga menyerupai manusia). Pengembala mampu mengumpulkan sekawanan kambing yang berbeda-beda (tabiatnya) dan mengetahui cara mengaturnya. Dia juga memiliki hati yang lembut karena mengembala hewan lemah dan mampu mengumpulkannya yang tercerai-berai.” [Hâsyiyah as-Sindî (II/VI)]

Penjelasan as-Sindi ini mungkin merujuk pada hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
«وَالسَّكِينَةُ فِي أَهْلِ الْغَنَمِ»
“Dan ketenangan (santun) ada di pemilik kambing.” [Muttafaqun ‘Alaih: HR. Al-Bukhari (no. 3301, IV/127) dan Muslim (no. 52) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«يُوشِكُ أَنْ يَكُونَ خَيْرَ مَالِ المُسْلِمِ غَنَمٌ يَتْبَعُ بِهَا شَعَفَ الجِبَالِ وَمَوَاقِعَ القَطْرِ، يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنَ الفِتَنِ»
“Akan datang suatu zaman di mana harta seorang muslim yang paling baik adalah kambing yang dia bawa ke puncak-puncak gunung dan tempa-tempat turunnya hujan. Dia lari menyelamatkan agamanya dari fitnah-fitnah.” [HR. Al-Bukhari (no. 19, I/13), Abu Dawud (no. 4267), an-Nasa`i (no. 5036), dan Ibnu Majah (no. 3980) dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu]

Hal ini disebabkan kambing merupakan makhluk hidup sehingga bisa dikembangbiakkan dan dimakan, berbeda dengan harta mati seperti mobil atau lainnya yang akan rusak dengan berjalannya waktu. Begitu juga dalam segi perawatan dan pemandangan, kambing lebih mudah daripada harta mati lainnya.

Kambing membawa berkah dan kebaikan saat digembalakan maupun saat dikandangkan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«اتَّخِذُوا الْغَنَمَ فَإِنَّ فِيهَا بَرَكَةً [وفي رواية: فَإِنَّهَا تَرُوحُ بِخَيْرٍ وَتَغْدُو بِخَيْرٍ]»
“Ambillah kambing karena di dalamnya ada keberkahan [dalam riwayat lain: karena ia pulang dengan (membawa) kebaikan dan pergi dengan (membawa) kebaikan]” [Shahih: HR. Ahmad (no. 27381) dan Ibnu Majah (no. 2304) dari Ummu Hani` radhiyallahu ‘anha. Dalam kurung riwayat Ahmad (no. 26902). Dinilai shahih al-Haitsami, al-Albani, dan al-Arna`uth]

Di akhirat, kambing termasuk binatang surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«صَلُّوا فِي مُرَاحِ الْغَنَمِ، وَامْسَحُوا رُغَامَهَا فَإِنَّهَا مِنْ دَوَابِّ الْجَنَّةِ»
“Shalatlah di tempat tidur kambing dan usaplah ia dari debu, karena ia termasuk binatang surga.” [Shahih: HR. Al-Baihaqi (no. 4359, II/630) dalam as-Sunan al-Kubrâ dan Ahmad (no. 9625) dari Abu Huriarah radhiyallahu ‘anhu. Dinilai shahih oleh al-Albani]

Al-Hafizh Ibnul Jauzi (w. 597 H) meriwayatkan dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa kambing gibas Habil yang diterima Allah sebagai qurbannya disimpan di surga selama 40 kharif (tahun), inilah kambing yang disembelih Ibrahim. [Zâdul Masîr (II/196) oleh Ibnul Jauzi]

Allah mengganti qurban Ibrahim terhadap Isma’il yang akan disembelihnya dengan kambing jantang yang besar (kabsy), sebagaimana yang dikisahkan-Nya:
«وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ»
“Dan kami menggantinya dengan sesembelihan  yang besar.” [QS. Ash-Shaffât [37]: 107]

Al-Hafizh Ibnu Katsir (w. 774 H) menjelaskan, “Seekor kambing jantan (kabsy) dari surga keluar kepada Ibrahim. Ia dipelihari di surga selama 40 kharif (tahun).” [Tafsîr Ibnu Katsîr (VII/29)] Adakah yang ingin punya kambing di surga? Segera beli kambing buat qurban karena sebentar lagi hari Idul Adhha. Syukur-syukur yang jika mampu beli sapi. Allahu a’lam.

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*