harta

Ibadah dan Dakwah Agar Harta Melimpah

Brilly El-Rasheed Aqidah 0 Comments

Dari Jabir, Rasulullah berkata, “Bacalah Al-Qur`an dan carilah balasan dari Allah Ta’ala dengannya, sebelum datang masa yang ketika itu ada kaum yang menegakkan hukum syariat, tapi mereka berharap mendapatkan balasan di dunia, dan tidak berharap mendapat balasan di akhirat.” [Hasan: Shahih Al-Jami’ 1167; Ash-Shahihah 259]

Dari ‘Abdur Rahman bin Syibl, Rasulullah berkata, “Bacalah Al-Qu`an dan pelajarilah, janganlah kalian menjauh darinya, janganlah kalian berlebih-lebihan di dalamnya, dan jangan kalian makan dengannya, dan janganlah kalian memperbanyak harta dengannya.” [Shahih: Shahih Al-Jami’ 1168; Ash-Shahihah 260]

Dari ‘Imran bin Hushain, Rasulullah berkata, “Bacalah Al-Qur`an dan mintalah kepada Allah dengannya sebelum datang masa yang ketika itu ada kaum yang membaca Al-Qur`an lantas mereka meminta balasan (bayaran) kepada manusia dengannya.” [Shahih: Shahih Al-Jami’ 1169; Ash-Shahihah 259]

Dari Ibnu ‘Imran, Rasulullah berkata, “Barangsiapa membaca Al-Qur`an, maka mintalah balasannya kepada Allah dengannya, sebab sesungguhnya akan ada kaum yang membaca Al-Qur`an untuk meminta kepada manusia dengannya.” [Hasan: Shahih Al-Jami’ 6467; Ash-Shahihah 257]

Dari Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah berkata, “Pelajarilah Al-Qur`an dan mintalah kepada Allah surga dengannya. Sebelum ada kaum yang mempelajari Al-Qur`an lalu mereka meminta dunia dengannya. Sesungguhnya yang mempelajari Al-Qur`an itu ada tiga klasifikasi; (1) Orang berbangga-bangga dengannya, (2) Orang yang minta makan dengannya, (3) Orang yang membacanya karena Allah.” [Shahih: Ash-Shahihah 258]

Dari Abu Ad-Darda`, Rasulullah berkata, “Barangsiapa mengambil sebuah busur saja sebagai upah dari mengajarkan Al-Qur`an, niscaya Allah akan mengalungkan kepadanya busur dari api neraka pada hari Qiyamah.” [Shahih: Ash-Shahihah 256]

Nabi Muhammad berkata, “Barangsiapa dunia menjadi tujuan akhirnya, Allah jadikan semua urusannya tercerai-cerai, kefakiran selalu ada di depan matanya, dan tidak diberikan padanya bagian dari dunia kecuali sebatas apa yang telah ditetapkan Allah baginya. Sedangkan barangsiapa akhirat menjadi tujuan akhirnya, Allah himpun semua urusannya, kekayaan ada dalam hatinya, dan dunia mendatanginya begitu saja dengan tertunduk.” [Shahih: Ash-Shahihah 950 dan 949]

Nabi berkata, ”Barangsiapa akhirat menjadi tujuan akhirnya, Allah jadikan kekayaan dalam hatinya, Allah himpun seluruh perkaranya, dan dunia mendatanginya begitu saja dengan tertunduk. Sedangkan barangsiapa dunia menjadi tujuan akhirnya, Allah jadikan kefakiran di depan matanya, Allah cerai-beraikan seluruh perkaranya, dan tidak ada bagian dari dunia yang mendatanginya kecuali sebatas apa yang ditaqdirkan Allah baginya.” [Shahih: Shahih Al-Jami’ 6510]

Cara paling mudah menilai diri kita ikhlash dalam berdakwah atau motifnya hanya karena komersial adalah apakah kita tetap berdakwah dengan ridha walaupun tidak mendapatkan uang dari aktivitas dakwah kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بشر هذه الأمة بالتيسير والسناء والرفعة بالدين والتمكين في البلاد والنصر فمن عمل منهم بعمل الآخرة للدنيا فليس له في الآخرة من نصيب
“Umat ini diberi kabar gembira dengan kemudahan, kedudukan dan kemulian dengan agama dan kekuatan di muka bumi, juga akan diberi pertolongan. Barangsiapa yang melakukan amalan akhirat untuk mencari dunia, maka dia tidak akan memperoleh satu bagian pun di akhirat. ” [HR. Al-Baihaqi]

Al Bukhari membawakan hadits dalam Bab “Siapa yang menjaga diri dari fitnah harta”. Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ ، وَالدِّرْهَمِ ، وَالْقَطِيفَةِ ، وَالْخَمِيصَةِ ، إِنْ أُعْطِىَ رَضِىَ ، وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ تَعِسَ وَانْتَكَسَ
“Celakalah hamba dinar, dirham, qothifah dan khomishoh. Jika diberi, dia pun ridho. Namun jika tidak diberi, dia tidak ridho, dia akan celaka dan akan kembali binasa.” (HR. Al-Bukhari).  Qothifah adalah sejenis pakaian yang memiliki beludru. Sedangkan khomishoh adalah pakaian yang berwarna hitam dan memiliki bintik-bintik merah. (I’aanatul Mustafid, 2/93)

:: Dukung Dakwah Islamiyyah Online kami dengan comment, doa bi zhohril ghoib dan financial.

(1) Pimred majalah TAUHIDULLAH; (2) Pimred majalah dan buletin AS-SHOLIHIN, (3) redaktur pelaksana majalah AL-AKHBAR, (4) editor dan layouter majalah AL IHSAN, (5) reporter majalah MEDIAN LPMP Jawa Timur, (6) kontributor lepas majalah AR-RISALAH, (7) kontributor tetap majalah LENTERA QOLBU, (8) kontributor lepas di majalah ELFATA, (9) editor in chief majalah digital QUANTUM FIQIH, (10) konseptor dan mantan redaktur pelaksana majalah FITHRAH, (11) mantan layouter sekaligus pimred buletin Jum’at THAYBAH, (12) redaktur penerbit PT. EFMS, (13) admin salah satu situs berita Islam Nasional dengan 20.000 visit/hari), (14) online marketing UD. SBY CORPORATION, (15) pengasuh situs THAYBAH.ID, (16) promotor penerbitan majalah donatur, (17) redaktur pelaksana majalah SUARA MASKUMAMBANG, (18) redaktur pelaksana majalah SEJAHTERA dan buletin jumat YATIM SEJAHTERA, dan (19) mengasuh 2 website dan belasan blog keislaman yang ‘hidup segan mati tak mau’ sebagai salah satu cara merehatkan diri, serta (20) penulis buku GOLDEN MANNERS, KUTUNGGU DI TELAGA AL-KAUTSAR, MENDEKAT KEPADA ALLAH, QUANTUM IMAN, yang bisa Anda dapatkan di Gramedia atau toko buku lainnya.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*