bergegas

Bergegas Menuju kepada Allah (2)

Brilly El-Rasheed Adab, Akhlak Muamalah 0 Comments

Rosululloh memberikan sedikit rahasia, mengapa harus segera menunaikan hak harta yaitu shadaqah, yaitu karena akan ada saatnya harta melimpah ruah dan semua manusia kaya raya, sehingga tak satupun orang membutuhkan harta orang lain. Beliau bersabda, yang artinya, “Seandainya kamu berumur panjang, kamu pasti akan melihat seseorang keluar dengan membawa emas atau perak sepenuh telapak tangannya mencari orang yang mau menerima (shadaqah) nya namun dia tidak mendapatkan seorangpun yang mau menerimanya.” [Shohih AI-Bukhori 2/402] Beliau juga berkata, “(Segera) bershadaqahlah kalian, karena sesungguhnya akan datang kepada kalian suatu zaman di mana seorang laki-laki berjalan dengan membawa shadaqah, namun dia tidak menjumpai seorangpun yang mau menerimanya. Lalu ada se-seorang berkata, “Andai engkau membawa shadaqah itu kemarin, saya akan menerimanya. Kalau hari ini. saya sudah tidak membu-tuhkannya lagi.” [Shohih Al-Buk-hori 1/357; Shohih Muslim 3/84]

Beliau berkata pula, “Tidaklah qiyamah terjadi, hingga pemilik harta berharap ada yang mau menerima shadaqahnya, dan hingga ia menunjukkannya kepada yang lain, orang yang ditunjukkan menolak, “Aku tidak butuh lagi.” [Shohih Al-Bukhori]

Alloh juga memerintahkan untuk segera menghadiri pelaksanaan sholat jum’at sekaligus khuthbahya ketika adzan jum’at telah berkumandang, “Wahai orang-orang beriman, apa-bila kalian diseru untuk menunaikan sholat Jum’at. maka bergegaslah kalian menuju dzikrullah (mengingat Alloh yaitu khuthbah jum’at), dan tinggalkan jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui.” [QS, Al-Jumu’ah no. 9]

Begitu pula dalam hal puasa. Orang yang berpuasa dianjurkan untuk mempercepat berbuka jika memang telah masuk waktu berbuka. Tidak boleh menunda berbuka walaupun merasa masih kuat. ‘Amr bin Maimun Al-Audi meriwayatkan, “Para shahabat Muhammad adalah orang yang paling cepat berbukanya dan paling lambat sahurnya.” [Sunan Al-Baihaqi 4/238. lbnu Hajar menshohihkan sanadnya]

Mempercepat buka puasa adalah mengikuti Sunnah Rosululloh. Sahl bin Sa’ad meriwayatkan Rosululloh bersabda, yang artinya, “Senantiasa umatku berada di atas Sunnahku selama mereka tidak menunggu (munculnya) bintang ketika hendak berbuka.” [Al-Mustadrak AI-Hakim 1/599; Shohih Ibnu Hibban 8/3510 dengan sanad yang shohih]

Mempercepat berbuka puasa akan mendatangkan kebaikan bagi pelakunya. Seperti yang diriwayat-kan Sahl bin Sa’ad bahwa Rosu-lulloh bersabda, “Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selama mereka mempercepat buka puasa.” [Shohih Al-Bukhori 2/1856; Shohih Muslim, 2/1098]

Mempercepat berbuka puasa, di samping itu, adalah dalam rangka menyelisihi Yahudi dan Nashrani. Abu Hurairah berkata, Rosululloh bersabda, yang artinya, “Senantiasa agama ini nampak jelas (menang/jaya) selama manusia mempercepat buka puasa karena Yahudi dan Nashara mengakhirkannya.” [Sunan Abu Dawud 2/2353; Sunan Ibnu Majah 1/1698; Sunan Al-Kubra An-Nasai 2/253; Shohih lbnu Hibban 8/3503]

Maka dari itu, kesempatan sekecil apapun, marl kita upayakan memanfaatkannya untuk ibadah kepada Alloh. Sudah saatnya kita tidak lagi menunda-nunda rencana (niatan) yang baik atau menunda-nunda kebaikan yang bisa kita kerjakan. Tapi satu hal yang harus dipegang teguh, bahwa kita dituntut untuk optimal dalam mempersembahkan ibadah kepada Alloh.

:: Dukung Dakwah Islamiyyah Online kami dengan comment, doa bi zhohril ghoib dan financial.

(1) Pimred majalah TAUHIDULLAH; (2) Pimred majalah dan buletin AS-SHOLIHIN, (3) redaktur pelaksana majalah AL-AKHBAR, (4) editor dan layouter majalah AL IHSAN, (5) reporter majalah MEDIAN LPMP Jawa Timur, (6) kontributor lepas majalah AR-RISALAH, (7) kontributor tetap majalah LENTERA QOLBU, (8) kontributor lepas di majalah ELFATA, (9) editor in chief majalah digital QUANTUM FIQIH, (10) konseptor dan mantan redaktur pelaksana majalah FITHRAH, (11) mantan layouter sekaligus pimred buletin Jum’at THAYBAH, (12) redaktur penerbit PT. EFMS, (13) admin salah satu situs berita Islam Nasional dengan 20.000 visit/hari), (14) online marketing UD. SBY CORPORATION, (15) pengasuh situs THAYBAH.ID, (16) promotor penerbitan majalah donatur, (17) redaktur pelaksana majalah SUARA MASKUMAMBANG, (18) redaktur pelaksana majalah SEJAHTERA dan buletin jumat YATIM SEJAHTERA, dan (19) mengasuh 2 website dan belasan blog keislaman yang ‘hidup segan mati tak mau’ sebagai salah satu cara merehatkan diri, serta (20) penulis buku GOLDEN MANNERS, KUTUNGGU DI TELAGA AL-KAUTSAR, MENDEKAT KEPADA ALLAH, QUANTUM IMAN, yang bisa Anda dapatkan di Gramedia atau toko buku lainnya.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*