angan-angan

Asa di Angkasa, Hati Tidak Membumi (1)

Brilly El-Rasheed Akhlak Muamalah 0 Comments

Salim maula Ubay bin Ka’ab menasehatkan setelah dimintai oleh ‘Umar bin ‘Abdul `Aziz, “Lantaran sebuah kesalahan yang dilakukannya, Adam dikeluarkan dari surga. Adapun kalian, mengerjakan banyak kesalahan, namun herannya kalian mengharapkan masuk surga.”

Inilah kelemahan terbesar kita, setelah tertipu untuk berbuat dosa, yaitu terbuai angan-angan hampa dan terbujuk prasangka yang melenakan. Al-Hasan Al-Bashri mengingatkan, “Ada sekelompok orang yang dilalaikan oleh angan-angan meraih ampunan Alloh dan harapan menggapai rahmat-Nya, sampai-sampai mereka meninggal dunia tanpa membawa amal sholih. Salah seorang dari mereka mengatakan (dengan penuh optimisme), “Saya berprasangka baik kepada Alloh dan mengharapkan rahmat-Nya.”

Rupa-rupanya, mereka salah paham terhadap hadits berikut. Rosululloh berkata, “Seseorang tidak akan masuk surga karena amalnya.” Para sahabat Nabi bertanya, “Tidak juga Anda wahai Rosululloh?” Rosululloh menjawab, “Tidak juga aku. Kecuali bila Alloh menaungi diriku (juga kalian) dengan karunia dan rahmah (serta ampunan) Nya. Maka berusahalah untuk beramal secara benar. Jika tidak bisa, berusahalah mendekati kebenaran. Berusahalah di waktu pagi, sore, dan sebagian waktu malam. Bersikaplah pertengahan (antara berlebihan dan meremehkan). Bersikaplah pertengahan. Niscaya kalian sampai ke tujuan. Janganlah salah seorang dari kalian mengangankan kematian. Karena bila ia orang baik, diharapkan ia menambah kebaikan. Dan jika ia orang yang buruk, diharapkan ia bisa memperbaiki diri.” [Muttafaq ‘alaih]

Padahal sudah jelas, untuk bisa masuk surga, harus ada jaminan karunia, rahmah, dan ampunan Alloh. Agar mendapatkan ketiga jaminan itu, Rosululloh mensyaratkan untuk beribadah kepada Alloh seoptimal mungkin dengan metode yang telah beliau tuntunkan.

Al-Hasan Al-Bashri memberikan kritik yang pedas, “Sungguh, ia telah berkata dusta. Kalau saja ia benar-benar berprasangka baik kepada Alloh, tentulah ia sungguh-sungguh beramal ketaatan dengan bagus. Sekiranya ia benar-benar mengharap rahmah Alloh, sudah pasti ia sungguh-sungguh mencarinya dengan amal-amal shalih. Besar kemungkinan akan binasa, musafir yang mengarungi padang sahara tanpa bekal dan air minum.” [Al-Bidayah wa An-N ihayah 9/338] Sepertinya, Al-Hasan Al-Bashri terinsipirasi dengan firman Alloh, “Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Alloh (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan adzab Alloh kecuali orang-orang yang merugi.” [QS. Al-Araf: 99]

Yahya bin Mu’adz Ar-Rozi turut menyindir sikap linglung ini, “Amal bagai fatamorgana, qalbu kosong dari takwa, dosa sebanyak butir pasir dan debu. berharap gadis surga yang jelita. Alangkah jauhnya. Mustahil. Meski tidak minum khamr, engkau sedang mabuk. Alangkah sempurnanya engkau jika amalmu mendahului anganmu. Alangkah mulianya engkau jika amalmu mendahului ajalmu. Alangkah perkasanya engkau jika engkau menyelisihi hawa nafsu.” [Shifah Ash-Shafwah 4/92]

Sindiran ini mengingatkan kita pada ungkapan Rosululloh, “Barangsiapa ingin mengetahui apa yang akan ia terima di sisi Alloh kelak, hendaklah ia melihat hak-hak Alloh di sisinya (apa yang telah ia kerjakan).” [Shohih: Sunan Ad-Daruquthni]

Alangkah tepatnya, tidak ada yang didapatkan di akhirat selain yang telah dilakukan di dunia. Ingin tahu, kita menjadi penghuni surga ataukah penghuni neraka? Gampang, tengok saja apa yang telah kita perbuat. Alloh telah mengingatkan, “Dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah dipersiapkan untuk hari esok.” [QS. Al-Hasyr: 18]

Rosululloh bahkan telah menyindir, dengan sindiran yang sangat halus namun mengena, “Saya tidak melihat hal yang lebih mengherankan daripada neraka. Orang-orang mengaku takut kepadanya, tapi masih saja bisa tidur nyenyak. Saya juga tidak melihat hal yang lebih mengherankan daripada surga. Orang-orang mengaku ingin memasukinya, tapi masih saja bisa tidur nyenyak.” [Shohih: Sunan At-Tirmidzi no. 2728]

:: Dukung Dakwah Islamiyyah Online kami dengan comment, doa bi zhohril ghoib dan financial.

(1) Pimred majalah TAUHIDULLAH; (2) Pimred majalah dan buletin AS-SHOLIHIN, (3) redaktur pelaksana majalah AL-AKHBAR, (4) editor dan layouter majalah AL IHSAN, (5) reporter majalah MEDIAN LPMP Jawa Timur, (6) kontributor lepas majalah AR-RISALAH, (7) kontributor tetap majalah LENTERA QOLBU, (8) kontributor lepas di majalah ELFATA, (9) editor in chief majalah digital QUANTUM FIQIH, (10) konseptor dan mantan redaktur pelaksana majalah FITHRAH, (11) mantan layouter sekaligus pimred buletin Jum’at THAYBAH, (12) redaktur penerbit PT. EFMS, (13) admin salah satu situs berita Islam Nasional dengan 20.000 visit/hari), (14) online marketing UD. SBY CORPORATION, (15) pengasuh situs THAYBAH.ID, (16) promotor penerbitan majalah donatur, (17) redaktur pelaksana majalah SUARA MASKUMAMBANG, (18) redaktur pelaksana majalah SEJAHTERA dan buletin jumat YATIM SEJAHTERA, dan (19) mengasuh 2 website dan belasan blog keislaman yang ‘hidup segan mati tak mau’ sebagai salah satu cara merehatkan diri, serta (20) penulis buku GOLDEN MANNERS, KUTUNGGU DI TELAGA AL-KAUTSAR, MENDEKAT KEPADA ALLAH, QUANTUM IMAN, yang bisa Anda dapatkan di Gramedia atau toko buku lainnya.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*