taubat

Wahai Ikhwah, Pintu Surga Masih Terbuka

Abu Muslim al-Kadiriy Penyejuk Hati 0 Comments

Bismillah.taubat

Ikhwata fillah, sungguh kita mengerti bahwa seluruh anak Adam tidak akan terbebas dari kesalahan. Ikhwata fillah, sungguh kita telah tahu bahwa tangan kita, lisan kita, mata kita, telinga kita, kaki kita tak luput dari keburukan. Kita tidak bisa lari dari kenyataan itu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bercerita tentang kisah Nabi Adam, beliau mengatakan, “Adam telah melanggar larangan Allah, maka anak keturunannya pun juga akan melanggar larangan Allah. Adam telah lupa, maka anak keturunannya pun juga akan lupa. Adam telah berbuat dosa, maka anak keturunannya pun juga berbuat dosa”. [HR. Tirmidzi, hasan shahih]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda:
( لو لم تذنبوا لذهب الله بكم ولجاء بقوم يذنبون فيستغفرون فيغفر الله لهم ) صحيح مسلم [ 4936 ].

Seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah benar-benar akan menghilangkan kamu, dan pasti akan mendatangkan suatu kaum yang mereka akan berbuat dosa, lalu mereka akan memohon ampun kepada Allah, lalu Dia akan mengampuni mereka”. [Shahih Muslim]

Wahai saudaraku, sungguh kita di suatu waktu pernah merasakan betapa jeleknya diri kita. Diri insan yang penuh oleh lumuran dosa. Subhanallah, berulang-ulang kita melakukan dosa, lagi dan lagi. Padahal kita telah melakukan berbagai cara agar dosa itu tak terulang.

Wahai saudaraku, telah banyak cerita yang sungguh mengurai air mata. Betapa sulitnya kita untuk kembali fithrah. Betapa sulitnya kita berlepas diri dari dosa yang selama ini kita terbiasa dengannya.

Wahai saudaraku, telah sampai padaku kisah seseorang yang dirinya merupakan pelaku dosa besar, dan demi Allah dia sangat memahami akan ancaman dosanya. Namun, setiap kali syaitan menggodanya untuk dosa tersebut, seakan nafsu mengalahkan hati dan akalnya, seakan hatinya buta, akalnya kosong. Seketika itu juga dia kembali berbuat dosa itu. Ya ikhwah, sungguh dosa tersebut adalah dosa besar, yang engkau wajib bertaubat dengan taubat nasuha.

Setiap kali dia berusaha membebaskan diri dari dosa itu, setiap kali itu pula syaitan selalu berhasil menjerumuskannya kembali. Kembali pada kesesatan, kembali pada kejelekan. Allahul musta’an.

Sungguh zaman kita telah jauh dari zamannya ulama. Kita tidak seperti ‘Umar bin Khaththab yang dahulu adalah manusia jahiliyah menjadi manusia yang dijanjikan surga. Kita tidak seperti Fudhail bin ‘Iyadh yang ketika mendengar ayat seruan taubat, beliau seketika seperti terpanggil untuk bertaubat, padahal dulunya beliau adalah orang yang ditakuti akan keburukannya.

Ya akhil karim, ketahuilah dosa itu amatlah berat kita pikul. Dosa itu bak penghambar makanan, peredup cahaya, penurun semangat, dan penjauh dari keimanan.

Ya akhil karim, namun demikian, usiamu belum ditutup. Malaikat maut belum diutus untuk menjemputmu. Sang surya masih terbit dari timur. Delapan pintu surga masih terbuka. Sedangkan engkau tidak mengetahui takdirmu kelak. Maka, apakah engkau hendak berputus asa dari rahmat Allah?

Sungguh, jauhilah perkataan “Aku sulit berubah, aku sulit bertaubat”. Na’uudzubillahi min dzalik. Wallahi, jauhilah ucapan yang jelek itu karena engkau mengira Allah tak akan mengampunimu. Apakah engkau akan menolak bahwasanya Allah Maha Pengampun?

أَفَلا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Maidah: 74)

Engkau tidak lebih buruk daripada Fir’aun. Engkau tidak lebih zhalim daripada Hammam. Engkau tidak lebih fajir daripada Qarun. Maka, sekali-kali janganlah engkau berputus asa dari rahmat Allah.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (54)

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)”. (QS. Az Zumar: 53-54)

Mereka yang berputus asa dari rahmat Allah adalah orang-orang yang kafir. Mereka diberi peringatan, namun mereka menolak. Mereka orang-orang yang sombong, tidak mau menyerahkan dirinya untuk beribadah pada Allah. Mereka membeli agama Islam dengan dunia, seperti seorang yang menjual kesempatan kenikmatan surga dengan seonggok kuping bangkai kambing yang cacat.

 وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. Yusuf: 87)

قَالُوا بَشَّرْنَاكَ بِالْحَقِّ فَلَا تَكُنْ مِنَ الْقَانِطِينَ

Mereka menjawab: “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa”. (QS. Al Hijr: 55)

Ya ikhwah, selagi kerongkongan belum terpenuhi oleh tanah, hendaknya dirimu senantiasa mengharapkan pertolongan Allah dengan sabar. Entah engkau akan mengulang dosamu itu, janganlah engkau berputus asa. Entah engkau sangat berat meninggalkan dosamu itu, janganlah engkau berucap dengan ucapan yang hanya menambah kemurkaan Allah sehingga Dia enggan menolongmu.

Sungguh Allah sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang paling cepat untuk bertaubat setiap kali dia berbuat dosa.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 كل بني آدم خطاء وخير الخطائين التوابون

Seluruh Bani Adam (manusia) banyak melakukan kesalahan (dosa), dan sebaik-baik manusia yang banyak kesalahannya (dosanya) adalah yang banyak bertaubat.” [Hasan, lihat shahih at-Targhib wa at-Tarhib 3139]

Ya ikhwah, Allah Yang Menciptakan kita, maka Allah lebih tahu akan kelemahan kita. Manusia tak luput dari dosa, maka Allah menyediakan kesempatan untuk kita agar senantiasa bertaubat dan bersabar. Ma syaa’allah, renungilah hadits yang indah berikut ini.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« إِنَّ عَبْدًا أَصَابَ ذَنْبًا – وَرُبَّمَا قَالَ أَذْنَبَ ذَنْبًا – فَقَالَ رَبِّ أَذْنَبْتُ – وَرُبَّمَا قَالَ أَصَبْتُ – فَاغْفِرْ لِى فَقَالَ رَبُّهُ أَعَلِمَ عَبْدِى أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ غَفَرْتُ لِعَبْدِى . ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ ، ثُمَّ أَصَابَ ذَنْبًا أَوْ أَذْنَبَ ذَنْبًا ، فَقَالَ رَبِّ أَذْنَبْتُ – أَوْ أَصَبْتُ – آخَرَ فَاغْفِرْهُ . فَقَالَ أَعَلِمَ عَبْدِى أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ غَفَرْتُ لِعَبْدِى ، ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ أَذْنَبَ ذَنْبًا – وَرُبَّمَا قَالَ أَصَابَ ذَنْبًا – قَالَ قَالَ رَبِّ أَصَبْتُ – أَوْ أَذْنَبْتُ – آخَرَ فَاغْفِرْهُ لِى . فَقَالَ أَعَلِمَ عَبْدِى أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ غَفَرْتُ لِعَبْدِى – ثَلاَثًا – فَلْيَعْمَلْ مَا شَاءَ »

Sesungguhnya ada seorang hamba yang terjerumus dalam dosa (berbuat dosa), lalu ia berkata, “Wahai Rabbku, aku telah terjerumus dalam dosa (berbuat dosa), ampunilah aku.” Rabbnya menjawab, “Apakah hamba-Ku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb Yang Maha Mengampuni dosa dan akan menyiksa hamba-Nya? Ketahuilah, Aku telah mengampuninya.” Kemudian ia berhenti sesuai yang Allah kehendaki. Lalu ia terjerumus lagi ke dalam dosa (berbuat dosa). Lalu ia berkata, “Wahai Rabbku, aku telah terjerumus dalam dosa (berbuat dosa) yang lain, ampunilah aku.” Rabbnya menjawab, “Apakah hamba-Ku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb Yang Maha Mengampuni dosa dan akan menyiksa hamba-Nya? Ketahuilah, Aku telah mengampuninya.” Kemudian ia berhenti sesuai yang Allah kehendaki. Lalu ia terjerumus lagi ke dalam dosa (berbuat dosa). Lalu ia berkata, “Wahai Rabbku, aku telah terjerumus dalam dosa (berbuat dosa) yang lain, ampunilah aku.” Rabbnya menjawab, “Apakah hamba-Ku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb Yang Maha Mengampuni dosa dan akan menyiksa hamba-Nya? Ketahuilah, Aku telah mengampuninya.” Ini disebut tiga kali. Rabb menambahkan, “Lakukanlah semau dia”. [HR. Bukhari no. 7507 dan Muslim no. 2758]

Pesan dari saudaramu yang senantiasa mencintaimu dan mengharap syafaatmu kelak, janganlah engkau berputus asa dari rahmat Allah. Bersabarlah atas fitnah dunia, in syaa’allah engkau akan selamat.

Alloohumma sholli wa sallim ‘alaa Nabiyyiina Muhammad. Walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin.

كتب على

05 Jumadil Uulaa’ 1436 H

Ath-Thaybah

alfataa-sunnah.tumblr.com, www.thaybah.id

Sedang menikmati masa kuliah S1 Teknik Informatika ITS sambil ngaji di Mahad Thaybah.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*