pendidikan anak 2

Pendidikan Anak Fase Usia 0 hingga 9 Tahun

Brilly El-Rasheed Adab, Fiqih 0 Comments

Oleh Ustadz Abu Hafizhah Irfan, M.Si.

  1. Mengajarkan Dasar-dasar Tauhid

Tauhid merupakan hak Allah atas para hamba-Nya, sehingga dasar-dasar tauhid perlu ditanamkan kepada anak semenjak usia dini, seperti mengajarkan bahwa yang menciptakan langit adalah Allah, Allah berada di atas langit, jika ingin sembuh meminta kepada Allah, dan yang semisalnya. Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas, ia berkata, Nabi bersabda kepadanya,

”Wahai anak, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat; Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati Dia di hadapanmu. Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Jika engkau minta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah.”[1]

  1. Mengajarkan Adab-adab Islam

Pada fase ini, anak perlu pembiasaan-pembiasaan yang baik. Hendaknya orang tuanya mengajarkan adab-adab Islam sehari-hari kepada anak tersebut dan membimbingnya agar terbiasa melakukan adab-adab Islam. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api Neraka.”[2]

‘Ali bin Abi Thalib ketika menafsirkan ayat ini, mengatakan,

“Ajarkanlah adab kepada mereka dan ajarkanlah (ilmu agama) kepada mereka.”[3]

  1. Mengajarkan Kebaikan dengan Permainan dan Canda

Sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata,

“Nabi adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan aku mempunyai saudara laki-laki yang dipanggil (dengan kunyah) Abu Umair –dan ia sudah disapih.– Jika beliau datang ke rumah(ku), beliau berkata, “Wahai Abu ‘Umair, apa yang telah dilakukan oleh Nughair?” Nughair (adalah seekor burung kecil) yang dipakai bermain oleh Abu ’Umair (lalu burung kecil tersebut mati).”[4]

  1. Memberikan Hadiah Kepada Anak

Terutama jika anak tersebut berhasil melakukan sesuatu kebaikan, sebagai apresiasi terhadap apa yang telah dilakukannya. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas,

“Jika (Rasulullah) dibawakan bakurah[5] kurma, maka beliau meletakkannya di hadapannya dan di sampingnya. Lalu beliau bersabda, “Ya Allah, sebagaimana Engkau perlihatkan kepadaku awalnya, maka perlihatkan kepadaku yang akhirnya.” Kemudi-an beliau memberikan kepada anak-anak yang berada di sekitar beliau.”[6]

  1. Mengajarkan Kejujuran Kepada Anak

Orang tua hendaknya mengajarkan kejujuran kepada anak. Di antaranya adalah dengan menepati apa yang dijanjikan kepada anak-anaknya. Karena hal ini sebagai landasan dalam menanamkan kejujuran kepada anak. Dan sifat jujur nantinya akan membawa kepada kebaikan. diriwayatkan dari ‘Abdullah (bin Mas’ud) ia berkata, Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan menunjukkan kepada Surga. Sesungguhnya seorang selalu belaku jujur hingga dicatat disisi Allah sebagai orang yang jujur.”[7]

  1. Mengajarkan Masalah Shalat

Shalat merupakan tiang agama. Sehingga shalat perlu diajarkan kepada anak sejak kecil. Rasulullah bersabda,

“Perintahkanlah anak-anak kalian (untuk melaksanakan) shalat ketika telah berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (untuk melaksanakan shalat setelah mencapai usia sepuluh tahun (jika mereka enggan). Dan pisahkan tempat tidur mereka.”[8]

Masih ada 5 bentuk pendidikan untuk anak kecil yang lainnya. Lebih lengkap baca majalah al-Ihsan edisi 2 tahun 2014, terbitan Yayasan As Sunnah Pasuruan, Jawa Timur.


[1]     HR. at-Tirmidzi 4/2516, ia berkata, hadits ini hasan shahih.

[2]     QS. at-Tahrim : 6.

[3]     Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim.

[4]     HR. al-Bukhari 5/5850, lafazh ini miliknya, at-Tirmidzi 2/333, Abu Dawud no. 4969, dan Ibnu Majah no. 3720.

[5]     Bakurah adalah buah yang pertama kali dipanen.

[6]     HR. Ibnu Sunni. Shahih al-Jami’ no. 4323.

[7]     HR. al-Bukhari 5/5743 dan Muslim 4/2607.

[8]     HR. Ahmad dan Abu Dawud no. 495 (lafazh ini miliknya).

(1) Pimred majalah TAUHIDULLAH; (2) Pimred majalah dan buletin AS-SHOLIHIN, (3) redaktur pelaksana majalah AL-AKHBAR, (4) editor dan layouter majalah AL IHSAN, (5) reporter majalah MEDIAN LPMP Jawa Timur, (6) kontributor lepas majalah AR-RISALAH, (7) kontributor tetap majalah LENTERA QOLBU, (8) kontributor lepas di majalah ELFATA, (9) editor in chief majalah digital QUANTUM FIQIH, (10) konseptor dan mantan redaktur pelaksana majalah FITHRAH, (11) mantan layouter sekaligus pimred buletin Jum’at THAYBAH, (12) redaktur penerbit PT. EFMS, (13) admin salah satu situs berita Islam Nasional dengan 20.000 visit/hari), (14) online marketing UD. SBY CORPORATION, (15) pengasuh situs THAYBAH.ID, (16) promotor penerbitan majalah donatur, (17) redaktur pelaksana majalah SUARA MASKUMAMBANG, (18) redaktur pelaksana majalah SEJAHTERA dan buletin jumat YATIM SEJAHTERA, dan (19) mengasuh 2 website dan belasan blog keislaman yang ‘hidup segan mati tak mau’ sebagai salah satu cara merehatkan diri, serta (20) penulis buku GOLDEN MANNERS, KUTUNGGU DI TELAGA AL-KAUTSAR, MENDEKAT KEPADA ALLAH, QUANTUM IMAN, yang bisa Anda dapatkan di Gramedia atau toko buku lainnya.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*