pohon kurma

Orang Beriman Mirip Pohon Kurma

Brilly El-Rasheed Adab, Akhlak Muamalah 0 Comments

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam kedua kitab Shahihnya dari Abdullah bin Umar dia berkata:

“Ketika kami sedang duduk di sisi Nabi, tiba-tiba dihidangkan untuk beliau hati pohon kurma. Nabi lalu bersabda, ‘Sesungguhnya di antara pepohonan itu ada satu jenis pohon yang barokahnya seperti seorang muslim.’ Lalu saya mempunyai perkiraan bahwa pohon itu adalah pohon kurma, saya berkeinginan menjawab, ‘Wahai Rasulullah, itu adalah pohon kurma.’ Namun saya menoleh rupanya saya ada diantara sepuluh orang, dan saya adalah yang paling muda. Maka saya pun diam. Nabi kemudian bersabda, “Itu adalah pohon kurma.” [Shahih Al-Bukhari, hlm. 1075, no. 5444, dan Shahih Muslim, hlm. 1131, no. 2811]

Ibnul Qayyim berkata, “Alasan mengapa pohon kurma diserupakan dengan seorang muslim, karena pohon kurma mempunyai kebaikan yang banyak. Ia senantiasa memberi pengayoman. Buahnya sangat enak. Dan bisa ditemu-kan kapan pun.

Buahnya bisa dimakan baik saat basah, kering, saat masih balkh, maupun saat mentah. Ia adalah makanan di samping juga obat. Ia adalah bahan makanan, manisan, minuman, dan buah. Batangnya bisa digunakan membangun rumah, bisa dibuat peralatan danjuga bejana. Daunnya bisa dipakai untuk tikar, tempat air, kipas, dan lain sebagainya. Sementara sabut-nya bisa dipakai untuk tali, isi bantal, dan lain sebagainya. Kemudian yang paling terakhir adalah bijinya. Ia bisa dijadikan sebagai makanan onta. Juga bisa dipakai untuk pengobatan dan bahan celak.

Di samping itu buahnya yang indah, penampilannya yang bagus dan menawan, serta kebahagiaan yang dirasakan siapa pun saat memandangnya, selalu mengingatkan kita kepada Rabb yang menciptakannya dari awal, yang telah menumbuhkannya dan menjadikannya sedemikian rupa. Sehingga kita teringat betapa sempurna kekuasaan Allah dan sempurna pula Hikmah-Nya.

Sungguh tiada sesuatu yang paling mirip dengannya kalau bukan seorang mukmin. Karena seorang mukmin adalah baik seluruhnya. Dia juga bermanfaat secara lahir dan batin.

Di sisi lain pohon kurma adalah pohon yang batangnya merintih kepada Rasulullah. Yaitu ketika merasa rindu saat beliau meninggalkannya. Ia ingin berada di dekat beliau dan mendengar sabda-sabda beliau. Pohon kurma pula, adalah pohon yang bunda Maryam berteduh di bawahnya saat melahirkan Nabi Isa.” [Ath-Thibb An-Nabawi, hlm. 521-522]

Dari Ummul Mukminin Aisyah dia berkata, ”Rasulullah bersabda,

“Wahai Aisyah! Rumah yang di dalamnya tidak ada kurma, maka penghuninya akan lapar. Wahai Aisyah! Rumah yang di dalamnya tidak ada kurma, maka penghuninya akan lapar.” Beliau mengucapkannya sebanyak dua atau tiga kali. [Shahih Muslim, hlm. 847, no. 2046]

(1) Pimred majalah TAUHIDULLAH; (2) Pimred majalah dan buletin AS-SHOLIHIN, (3) redaktur pelaksana majalah AL-AKHBAR, (4) editor dan layouter majalah AL IHSAN, (5) reporter majalah MEDIAN LPMP Jawa Timur, (6) kontributor lepas majalah AR-RISALAH, (7) kontributor tetap majalah LENTERA QOLBU, (8) kontributor lepas di majalah ELFATA, (9) editor in chief majalah digital QUANTUM FIQIH, (10) konseptor dan mantan redaktur pelaksana majalah FITHRAH, (11) mantan layouter sekaligus pimred buletin Jum’at THAYBAH, (12) redaktur penerbit PT. EFMS, (13) admin salah satu situs berita Islam Nasional dengan 20.000 visit/hari), (14) online marketing UD. SBY CORPORATION, (15) pengasuh situs THAYBAH.ID, (16) promotor penerbitan majalah donatur, (17) redaktur pelaksana majalah SUARA MASKUMAMBANG, (18) redaktur pelaksana majalah SEJAHTERA dan buletin jumat YATIM SEJAHTERA, dan (19) mengasuh 2 website dan belasan blog keislaman yang ‘hidup segan mati tak mau’ sebagai salah satu cara merehatkan diri, serta (20) penulis buku GOLDEN MANNERS, KUTUNGGU DI TELAGA AL-KAUTSAR, MENDEKAT KEPADA ALLAH, QUANTUM IMAN, yang bisa Anda dapatkan di Gramedia atau toko buku lainnya.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*