rizqi

Mari ‘Membanding-bandingkan’ Rizqi Allah

Brilly El-Rasheed Adab 0 Comments

Dalam urusan harta atau kesenangan dunia, seorang muslim hendaklah melihat orang yang berada di bawahnya, agar dia bisa bersyukur. Janganlah sebaliknya, melihat orang yang lebih banyak hartanya ! Itu hanya akan memancing untuk berkeluh kesah, gelisah dan tidak bersyukur terhadap nikmat Allâh Azza wa Jalla, bahkan bisa menyeret seseorang untuk menilai nikmat Allâh Azza wa Jalla yang ada pada dirinya kecil dan remeh.

Allâh Azza wa Jalla telah memberikan peringatan kepada RasûlNya dengan firmanNya :

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

Dan janganlah kamu arahkan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Rabb kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. [ath-Thâha/20:131]

Imam Ibnu Katsîr rahimahullah menjelaskan, “Allâh berfirman kepada NabiNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam ‘Janganlah engkau melihat orang-orang yang hidup mewah atau yang semisalnya dan jangan pula engkau kenikmatan-kenikmatannya ! Karena itu hanyalah bunga kehidupan yang akan sirna dan kenikmatan yang akan hilang. (Kami memberikan mereka-red) untuk Kami uji mereka dengannya dan hamba-hambaKu yang banyak bersyukur itu sedikit sekali”.[Tafsir Ibnu Katsîr, surat ath-Thaha, ayat 131]

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِذَا نَظَرَ أَحَدُكُمْ إِلَى مَنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ فِى الْمَالِ وَالْخَلْقِ ، فَلْيَنْظُرْ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Jika salah seorang dari kalian melihat orang yang diberi kelebihan harta dan bentuk tubuh, hendaklah dia melihat orang berada di bawahnya.[HR. Bukhâri, no. 6490]

Dalam Sunan Tirmidzi dibawakan dengan lafazh :

مَنْ رَأَى مَنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ فِى الْخَلْقِ وَالرِّزْقِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلُ مِنْهُ مِمَّنْ فُضِّلَ هُوَ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لاَ يَزْدَرِىَ نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْهِ

Barangsiapa yang melihat orang yang diberi kelebihan bentuk tubuh dan rizqi, maka hendaklah dia melihat orang yang di bawahnya yaitu orang yang diunggulinya, karena hal itu lebih pantas agar dia tidak meremehkan nikmat Allâh yang dianugerahkan padanya. [HR. Tirmidzi]

Riwayat diatas semakna dengan adalah hadits riwayat yang dibawakan al-Hâkim, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَقِلُّوا الدُّخُولَ عَلَى الْأَغْنِيَاءِ فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ

Kurangilah kunjungan ke orang-orang kaya, karena itu lebih baik agar kakalian tidak meremehkan nikmat Allâh. [HR. al-Hâkim]

Ibnu Baththal rahimahullah berkata, “Hadits ini mengumpulkan berbagai makna kebaikan. Karena seorang hamba jika dia bersungguh-sungguh dalam menjalankan agama dan beribadah kepada Rabbnya, dia mesti akan mendapatkan ada orang lain yang berada di atasnya. Ketika dia ingin menyusul orang yang di atasnya, dia akan menilai usahanya kurang, sehingga dia akan selalu menambah ibadahnya kepada Rabbnya. Dan tidaklah dia berada dalam kondisi miskin dunia kecuali ada orang lain yang lebih rendah darinya. Jika dia merenungkan ini, dia akan tahu bahwa nikmat Allâh Azza wa Jalla itu telah sampai kepadanya sementara orang-orang yang lebih utama tidak mendapatkannya, dengan tanpa ada usaha darinya untuk mendapatkannya. Ini akan mendorong dirinya untuk bersyukur. Dengan demikian, kesenangannya di akhirat akan akan bertambah dengan sebab (syukurnya) itu”. Ada ulama yang mengatakan bahwa dalam hadits ini terdapat obat dari penyakit. Karena jika seseorang melihat orang yang statusnya lebih tinggi (dalam masalah harta dan bentuk tubuh-pent), maka akan sangat berpotensi menimbulkan hasad pada dirinya. Dan obatnya adalah melihat orang yang lebih rendah darinya, sehingga bisa mendorong untuk bersyukur.[Fathul Bâri]

(1) Pimred majalah TAUHIDULLAH; (2) Pimred majalah dan buletin AS-SHOLIHIN, (3) redaktur pelaksana majalah AL-AKHBAR, (4) editor dan layouter majalah AL IHSAN, (5) reporter majalah MEDIAN LPMP Jawa Timur, (6) kontributor lepas majalah AR-RISALAH, (7) kontributor tetap majalah LENTERA QOLBU, (8) kontributor lepas di majalah ELFATA, (9) editor in chief majalah digital QUANTUM FIQIH, (10) konseptor dan mantan redaktur pelaksana majalah FITHRAH, (11) mantan layouter sekaligus pimred buletin Jum’at THAYBAH, (12) redaktur penerbit PT. EFMS, (13) admin salah satu situs berita Islam Nasional dengan 20.000 visit/hari), (14) online marketing UD. SBY CORPORATION, (15) pengasuh situs THAYBAH.ID, (16) promotor penerbitan majalah donatur, (17) redaktur pelaksana majalah SUARA MASKUMAMBANG, (18) redaktur pelaksana majalah SEJAHTERA dan buletin jumat YATIM SEJAHTERA, dan (19) mengasuh 2 website dan belasan blog keislaman yang ‘hidup segan mati tak mau’ sebagai salah satu cara merehatkan diri, serta (20) penulis buku GOLDEN MANNERS, KUTUNGGU DI TELAGA AL-KAUTSAR, MENDEKAT KEPADA ALLAH, QUANTUM IMAN, yang bisa Anda dapatkan di Gramedia atau toko buku lainnya.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*