air terjun uhud

Gunung Uhud Kini Punya Air Terjun

Brilly El-Rasheed Artikel Ilmiah 0 Comments

Channel milik Yayasan Bina Masyarakat Malang mengupload sebuah video amatir pada 23 November 2014 yang menunjukkan kejadian luar biasa yaitu munculnya sungai di salah satu sisi gunung Uhud. Dalam deskripsinya, channel Youtube di bawah asuhan Ustadz Agus Hasan Bashori tersebut mengutip komentar Syaikh Dr. Muhammad Musa Alu Nashr:

Benarlah Rasulullah yang bersabda, “Tidak akan datang qiyamah hingga jazirah arab kembali menjadi kebun kebun dan sungai sungai.”

Sebelumnya telah diberitakan, air terpancar keluar dr batu di tanah arab pd hari sabtu 22/2/14, jam 7.17 pagi.

Situs resmi milik Dr. Abdud Daim Al-Kahil merilis hasil penelitian sang pengasuhnya, dimana Dr. Abdud Daim Al-Kahil menulis sebagai berikut.

Para ilmuwan akhir-akhir ini menegaskan bahwa wilayah semenanjung Arab pada suatu saat akan memiliki padang rumput dan sungai-sungai. Hal tersebut tampak pada foto-foto yang ditemukan oleh NASA lokasi Jazirah Arab dan terdapat di dalamnya bekas sungai dan danau yang terkubur di bawah tanah ribuan tahun yang lalu, bahwa daerah ini oleh karena berbagai sebab disebut dengan daerah peredaran cuaca dan kondisi tersebut akan kembali seperti semula secara mayoritas, seperti yang pernah disabdakan Nabi: “Sesungguhnya, tidak akan terjadi hari kiamat sampai tanah Arab menjadi padang rumput dan sungai-sungai”. (HR. Muslim) Karena itu marilah merenung bersama saya akan mukjizat ini yang menegaskan kebenaran sabda Nabi pada era sekarang ini.

Blog aluyeah juga turut membahas fenomena ini. Dalam salah satu lansirannya, pengasuh blog yang diketahui bernama Anggun Riyanto mengungkapkan sebagai berikut.

Kali ini saya telah menerjemahkan sebuah dialog antara Syeikh Abdul Majid Az Zindani dengan seorang Prof. Geologi Jerman. Berikut adalah perkataan Az Zindani:
Saya telah berbincang-bincang sedikit dengan seorang ilmuwan Geologi ternama se-Dunia bernama Prof. Alfred Kroner dari Johannes Gutenberg University of Mainz di Mainz, Jerman. Beliau adalah Prof. Geologi spesialis Pre-Cambrian Geology of Africa. Ketika beliau ikut menghadiri konferensi Geologi di Fakultas Ilmu Bumi, Universitas Malik Abdul Aziz, saya berkata kepadanya: “Apakah kalian mempunyai bukti-bukti yang benar bahwasannya Jazirah Arab di zaman dahulu adalah bumi yang penuh dengan taman-taman dan sungai-sungai? Padang pasir yang selama ini kalian lihat, dulunya adalah tanah yang penuh dengan taman-taman.”
Alfred menjawab:” Ya. Fakta ini telah kami ketahui, dan bukti-bukti secara ilmiah pun sudah ditemukan oleh para ilmuwan Geologi. Jika kalian menggali di daerah manapun di tanah Arab, maka kalian akan mendapatkan situs-situs sejarah yang menunjukkan bahwasannya tanah ini dulunya adalah bekas padang-padang rumput dan sungai-sungai. Kalian akan mengetahuinya kebenaran itu cukup hanya dari desa ( (???? ???yang ditemukan di bawah pasir. Dan di sana banyak sekali fakta-fakta yang menunjukkan hal itu.”
Kemudian saya berkata lagi menantang: “Dan apakah kalian mempunyai bukti bahwasanya Jazirah Arab akan kembali menjadi padang-padang rumput dan sungai-sungai?”
Alfred menambahkan:” Perkara ini adalah benar dan kami para ilmuwan Geologi telah mengetahuinya karena kami telah mengukur dan menghitungnya berdasarkan ilmiah (scientific fact). Dan hal itu akan terjadi dalam waktu dekat dan tidak lama lagi.”
Saya memotong: “Mengapa?”
Alfred menjawab: “ Karena kami telah mengkaji sejarah bumi di masa lampau, dan kami menemukan bumi di era ini telah melewati multi zaman yang bermacam-macam. Di antaranya ada zaman yang disebut zaman salju baru (new snow age). Apa yang dimaksud dengan new snow age? Artinya adalah, pada masanya nanti jumlah air dari laut akan berubah menjadi es dan menumpuk di daerah kutub utara dan kemudian merangkak ke arah selatan. Ketika bergeser ke selatan, maka terliputilah apa yang berada di bawah kutub itu sehingga iklim di bumi berubah. Ketika iceberg tersebut telah relatif dekat dengan semenanjung/ daratan Arab, cuaca akan berubah menjadi dingin sehingga Jazirah Arab akan menjadi salah satu bagian dunia yang paling hijau, banyak hujan, dan banyak sungainya.
Dan saya telah menghubungkan antara banjir dan hujan di daerah Abha dengan daerah utara Eropa. Saya mencermati apa yang dia katakan, dan saya mengatakan: “Kamu yakin dengan semua itu?”
Alfred menyahut: “Ya, ini adalah kebenaran fakta sains yang mutlak!” Akhirnya saya mengatakan kepadanya:
“Dengarkan berita dari Muhammad saw. tentang hal tersebut. Semua hal tentang itu telah disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah saw. bersabda:
Tidak akan terjadi kiamat, sampai tanah Arab kembali menjadi padang-padang rumput dan sungai-sungai.
Siapa yang telah mengatakan kepada Muhammad saw. bahwasanya tanah Arab dulunya adalah padang-padang rumput dan sungai-sungai?!”
Kemudian dia berfikir sejenak dan berkata: “Orang-orang Romawi.”
Saya membantah: “Lalu siapa yang telah memberiitahukannya bahwasannya tanah Arab akan kembali menjadi padang-padang rumput dan sungai?!”
Dia berfikir lagi: “Orang sebelumnya.” Saya bilang: “Lalu bagaimana dengan hadits ini?!” Akhirnya dia sadar, dan saya menambahkan: “Tulislah!”
Kemudian dia menulis dengan tangannya sendiri: “Sungguh saya telah tercengang akan kebenaran-kebenaran ilmiah yang telah saya dapatkan di dalam Al Quran dan Hadits. Namun saya tidak bisa mendapatkan hal itu kecuali melalui ilmu pengetahuan di era modern ini. Ini menunjukkan bahwasannya Nabi Muhammad saw. yang tidak mengetahui ilmu ini telah mendapatkan berita ini melalui wahyu yang agung.
Zindani berkata: “Saudaraku yang dirahmati Allah, ini adalah perkataan dari seorang Jerman yang atheis. Perasaan saya menjadi berlipat-lipat akan besarnya tanggung jawab umat Islam atas agama mereka setelah berdialog dengan orang tersebut. Saya melihat bahwasannya semua pemimpin besar dunia akan menemukan kebenaran-kebenaran setelah mereka masuk Islam. Tidak cukup hanya masuk Islam, akan tetapi menerbitkan dan menulis di dalam buku-buku mereka. Saya berkata di dalam hati: ‘jika ada usaha yang serius dari umat Islam, maka tidak sampai 10 atau 15 tahun lagi sepertiga dari ilmuwan Geologi adalah orang-orang Islam. Demi Allah, tidak sampai lebih dari 2,5 jam saya berdiskusi dengan orang Jerman tersebut sampai dia mengatakan semua itu. Bahkan orang tersebut akhirnya menulis tulisan tadi dan menyetujuinya. Inilah merupakan salah satu keagungan dari sebuah ilmu. Ini menunjukkan bahwasanya ilmu itu besumber dari Yang Esa, dan kebenaran juga berasal dari-Nya, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Adanya gerakan dan tindakan dari Muslim, akan terjadi jikalau di tangan kita ada kebenaran yang haq. Karena zaman ini adalah zaman yang segala sesuatunya tunduk melalui ilmu pengetahuan dan rasionalitas. Namun sejak awal di dalam islam, ilmu pengetahuan akan tunduk kepada kebenaran Al Quran. Maka benarlah apa yang telah difirmankan oleh Allah: “Maka Kami akan memperlihatkankepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segala penjuru dunia dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (QS. Fushilat: 53) (Selesai kutipan)

Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari sikap sibuk terhadap fenomena tapi malah mengabaikan persiapan untuk menghadapi qiyamah.

(1) Pimred majalah TAUHIDULLAH; (2) Pimred majalah dan buletin AS-SHOLIHIN, (3) redaktur pelaksana majalah AL-AKHBAR, (4) editor dan layouter majalah AL IHSAN, (5) reporter majalah MEDIAN LPMP Jawa Timur, (6) kontributor lepas majalah AR-RISALAH, (7) kontributor tetap majalah LENTERA QOLBU, (8) kontributor lepas di majalah ELFATA, (9) editor in chief majalah digital QUANTUM FIQIH, (10) konseptor dan mantan redaktur pelaksana majalah FITHRAH, (11) mantan layouter sekaligus pimred buletin Jum’at THAYBAH, (12) redaktur penerbit PT. EFMS, (13) admin salah satu situs berita Islam Nasional dengan 20.000 visit/hari), (14) online marketing UD. SBY CORPORATION, (15) pengasuh situs THAYBAH.ID, (16) promotor penerbitan majalah donatur, (17) redaktur pelaksana majalah SUARA MASKUMAMBANG, (18) redaktur pelaksana majalah SEJAHTERA dan buletin jumat YATIM SEJAHTERA, dan (19) mengasuh 2 website dan belasan blog keislaman yang ‘hidup segan mati tak mau’ sebagai salah satu cara merehatkan diri, serta (20) penulis buku GOLDEN MANNERS, KUTUNGGU DI TELAGA AL-KAUTSAR, MENDEKAT KEPADA ALLAH, QUANTUM IMAN, yang bisa Anda dapatkan di Gramedia atau toko buku lainnya.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*