mekkah

‘Gilanya’ Saudi di Bulan Haji

Brilly El-Rasheed Tsaqafah 0 Comments

Imam Bukhari rohimahullah di dalam shahihnya meriwayatkan sebuah hadits dari sahabat mulia Ibnu ‘Abbas rodhiallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah bersabda,

“Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya, Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?. Beliau menjawab, Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun.”

Mungkin hadits inilah yang membuat orang saudi (terutama di kota Madinah) berbondong-bondong dan berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan. Kebaikan yang tertimbun oleh lumpur-lumpur kebencian orang-orang yang hasad, benci, dan iri kepada saudi.

Langsung saja, berikut ini akan kami sebutkan beberapa “kegilaan” warga saudi di musim haji yang tidak dilakukan oleh orang waras di Indonesia (maaf) :

1) Hamparan Sufroh

Sufroh adalah plastik panjang yang biasa digunakan oleh rumah-rumah makan sebagai alas tempat nasi. Di mesjid nabawi khususnya di 10 hari bulan dzulhijjah ini anda akan kenemukan pemandangan yang membuat hati berdecak kagum, sekaligus heran dengan hamparan-hamparan sufroh yang memanjang dari utara mesjid sampai ke bagian selatan, dari depan sampai belakang mesjid yang berisi kurma-kurma muda, kurma sukkari, segelas zam-zam, teh dah kopi, sepotong roti dsb selama sepuluh hari berturut-turut (begitu juga pada waktu puasa sunnah lainnya, apalagi pada bulan romadhon).

Untuk siapakah hidangan tsb..?!

Hidangan yang tidak akan anda temukan di negri Indonesia tsb disediakan untuk jamaah yang sedang berpuasa sunnah (tapi boleh juga bagi yang tidak berpuasa). Selain itu shohib sufroh akan saling rebutan jamaah agar mau duduk di depan sufroh mereka masing-masing.

2) Sebungkus Syawaya

Syawaya adalah ayam yang sudah dipanggang. Jika anda keluar mesjid setelah menunaikan sholat maghrib atau isya’ anda kembali akan dikejutkan dengan antrian panjang para jamaah dipinggir-pinggir jalan menuju hotel untuk mengambil sebungkus nasi bukhori plus ayam panggang. Sebagian mahasiswa (termasuk saya) terkadang juga ikut mengantri untuk mendapatkan bungkusan nasi tsb, lumayan makan gratis tis…hehe

3) Roti Bakar Tamis

Tamis adalah roti berbentuk bundar tipis yang dibakar. Selain antrian nasi, anda juga akan melihat antrian yang tak kalah panjang, biasanya antrian ini dimeriahkan oleh jamaah asal India, Pakistan, Bangladesh, dan jamaah dari negara lainnya yang sekedar ingin merasakan lezatnya tamis yang dipadukan dengan daging sebagai lauknya (kalau bahasa sambas cecahan/caccahan).

4) Sebotol Zabadi

Zabadi adalah susu beku yang sudah difarmentasi. Setelah antrian nasi bukhori plus syawaya, tamis, anda juga akan melihat antrian sebotol/semangkok zabadi yang biasanya dibagiakan dipintu keluar halaman mesjid atau ada juga yang halaman mesjid, bahkan terkadang disandingkan dengan kurma atau roti dan yang lainnya di atas sufroh buat berbuka puasa tadi.

5) Truk Kontainer Pembawa Roti

Sebagaimana yang pernah saya singgung sebelumnya, truk kontainer milik Raja saudi yang telah meninggal dunia juga tak mau kalah dari mobil-mobil kecil pembawa zabadi. Truk raksasa yang sengaja diparkir di depan halaman hotel tidak jauh dari mesjid nabawi itu dipenuhi dengan berbagai macam roti di dalam kotak kotak kecil yang disediakan untuk jamaah haji.

6) Kardus Kardus Air Minum Di tengah Panasnya Terik Matahari

Ketika anda ingin pergi ke mesjid nabawi untuk sholat, anda akan melihat tumpukan-tumpukan kardus air minum yang dibagi-bagikan kepada jamaah yang melewati jalan tsb. glek..glek..glek..aaah..tiga tegukan air yang cukup untuk mendinginkan tenggorokan kering oleh suhu madinah yang panas.

Dan masih banyak lagi “kegila-gilaan” yang akan anda jumpai di negri dengan julukan wahabi.

7) Dan Yang Lebih “Gila” Lagi…

Pagi hari ini ribuan mahasiswa UIM menyerbu salah satu hotel yang terletak tidak jauh dari mesjid nabawi, bukan untuk nginap tapi untuk “membantu” seorang muhsinin (dermawan) yang ingin menyalurkan rezekinya kepada tholibul ‘ilmi, (hehe…membantu atau ingin dibantu..?!). Menurut perkiraan teman-teman yang juga hadir tadi pagi, jumlah mahasiswa ditaksir 3000 – 4000 orang ini setiap awal bulan hijriyah berbondong-bondong untuk mendapatkan uang sebesar 200 real saudi (atau sekitar 600 ribu lebih).

Jika dikalikan 3000 orang saja berarti sudah 600.000X300= Rp.1,8M perbulan. MasyaAllah..Selain itu, ketika bulan romadhon kemaren syeikh ‘Utheir -hafidzohullah- memberi setiap mahasiswa 500real/1.500.000,-rupiah..Allahu Akbar..!! Semoga Allah membalas semua kebaikan para muhsinin dan memberkahi harta yang mereka miliki.

Tambahan :

8) Haji Gratis

Bagi mahasiswa yang belum haji tahun lalu jangan bersedih hati, sebab para masyayikh dan muhsinin akan memberi peluang haji gratis. Salah satu dermawan yang menerima pendaftaran haji gratis tahun ini adalah syeikh ‘utheir yang saya sebutkan di atas, selain itu syeikhuna Abdul Muhsin, dan anak beliau syeikh Abdurrozzaq -semoga Allah menjaga mereka- yang memiliki travel haji setiap tahunnya juga menghajikan mahasiswa tanpa dipungut biaya sepersenpun (Untuk harga tashrih haji saat ini 4000real lebih untuk yang biasa).

Sekian, saya akhiri catatan singkat ini dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain.”

https://www.facebook.com/ibnu.hilmy

(1) Pimred majalah TAUHIDULLAH; (2) Pimred majalah dan buletin AS-SHOLIHIN, (3) redaktur pelaksana majalah AL-AKHBAR, (4) editor dan layouter majalah AL IHSAN, (5) reporter majalah MEDIAN LPMP Jawa Timur, (6) kontributor lepas majalah AR-RISALAH, (7) kontributor tetap majalah LENTERA QOLBU, (8) kontributor lepas di majalah ELFATA, (9) editor in chief majalah digital QUANTUM FIQIH, (10) konseptor dan mantan redaktur pelaksana majalah FITHRAH, (11) mantan layouter sekaligus pimred buletin Jum’at THAYBAH, (12) redaktur penerbit PT. EFMS, (13) admin salah satu situs berita Islam Nasional dengan 20.000 visit/hari), (14) online marketing UD. SBY CORPORATION, (15) pengasuh situs THAYBAH.ID, (16) promotor penerbitan majalah donatur, (17) redaktur pelaksana majalah SUARA MASKUMAMBANG, (18) redaktur pelaksana majalah SEJAHTERA dan buletin jumat YATIM SEJAHTERA, dan (19) mengasuh 2 website dan belasan blog keislaman yang ‘hidup segan mati tak mau’ sebagai salah satu cara merehatkan diri, serta (20) penulis buku GOLDEN MANNERS, KUTUNGGU DI TELAGA AL-KAUTSAR, MENDEKAT KEPADA ALLAH, QUANTUM IMAN, yang bisa Anda dapatkan di Gramedia atau toko buku lainnya.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*