kemenangan

Dengan Sabar, Kita Raih Kemenangan Besar

Brilly El-Rasheed Akhlak Muamalah 0 Comments

Allah berfirman,

فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

“Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.”  [QS. Ghafir: 55]

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah memberikan petunjuk kebenaran  (huda) dan mewariskan kepada bani israil yakni tanah airnya Fir’aun, hartanya, penghasilannya disebabkan kesabaran mereka untuk menjalankan ketaatan kepada Allah, mengikuti rasulnya Musa. Hal ini dapat diambil pelajaran bagi mereka-mereka yang mempunyai akal yang sehat (al-uqul al-shahihah). [Tafsir Al-Qur’an Al-Adhim, 4/84, cet. Syirkah Nur Asia, Tt.]

Allah memerintahkan kepada nabi Muhammad untuk sabar dalam menghadapi perlawanan dari orang-orang kafir sampai datangnya pertolongan Allah. Allah juga memerintahkan kepada Nabi untuk memintakan ampun kepada umatnya, supaya ajaran Muhammad diikuti oleh umat-umatnya. Dan perintah selanjutnya adalah supaya menjalankan shalat dengan memuji Allah pada waktu matahari telah condong ke barat dan pagi hari (bi al-asyiyi wa al-ibkar) sebanyak lima kali.

Allah berfirman,

فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ .  وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَارَ السُّجُودِ

“Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya) dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang.” [QS. Qaf : 39-40]

Selain diperintahkan untuk bersabar terhadap terhadap cacian dan olok-olokan orang-orang kafir, dalam ayat di atas, nabi Muhammad diperintahkan juga untuk selalu bertasbih dan memuji Allah, baik pada pagi hari maupun  pada sore hari. Begitu juga, beliau diperintahkan untuk bertasbih dan melakukan shalat pada malam hari. Itu semua untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon pertolongan-Nya.

Tidak hanya Nabi Muhammad, nabi-nabi selain beliau juga diperintahkan oleh Allah untuk bersabar. Inilah yang dialami nabi Yusuf, sejak kecil hidupnya penuh dengan ujian dan cobaan, tetapi dengan ketaqwaan dan kesabarannya, akhirnya beliau diangkat oleh Allah menjadi pemimpin yang mengarahkan rakyat ini menuju jalan Allah. Allah Tabaraka wa Ta’ala mengisahkan,

قَالُوا أَإِنَّكَ لَأَنتَ يُوسُفُ ۖ قَالَ أَنَا يُوسُفُ وَهَٰذَا أَخِي ۖ قَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا ۖ إِنَّهُ مَن يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

“Yusuf menjawab, “Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami”. Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, Maka Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik” (Qs Yusuf: 90)

Allâh ‘Azza wa Jalla berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allâh, supaya kamu beruntung.” [QS. Ali ‘Imrân: 200]

Al-Hasan Al-Bashri berkata, “Mereka diperintahkan agar bersabar di atas agama mereka yang telah Allâh Azza wa Jalla ridhai untuk mereka, yaitu agama Islam. Jangan sampai mereka meninggalkannya dengan sebab senang atau susah, sengsara atau sejahtera, sehingga mereka bisa mati dalam keadaan sebagai orang-orang Islam. Dan agar mereka menambah kesabaran menghadapi musuh-musuh yang menyembunyikan agama mereka.” [Tafsir Ibnu Katsir, surat Ali ‘Imrân/3: 200]

Salîm bin ‘Ied Al-Hilâli –hafizhahullâh- berkata, “Allâh Azza wa Jalla memerintahkan orang-orang yang beriman agar teguh di atas ketaatan kepada-Nya, meninggalkan kemaksiatan-kemaksiatan, ridha terhadap qadha’ dan takdir-Nya, dan mengalahkan musuh dengan kesabaran. Jangan sampai musuh lebih sabar dan lebih tahan daripada orang-orang yang beriman. Allâh juga memerintahkan bersiap siaga di perbatasan negeri untuk menjaga daerah Islam dan menolak penyerangan orang-orang kafir”. [Bahjatun Nâzhirîn Syarah Riyâdhus Shâlihîn 1/78]

(1) Pimred majalah TAUHIDULLAH; (2) Pimred majalah dan buletin AS-SHOLIHIN, (3) redaktur pelaksana majalah AL-AKHBAR, (4) editor dan layouter majalah AL IHSAN, (5) reporter majalah MEDIAN LPMP Jawa Timur, (6) kontributor lepas majalah AR-RISALAH, (7) kontributor tetap majalah LENTERA QOLBU, (8) kontributor lepas di majalah ELFATA, (9) editor in chief majalah digital QUANTUM FIQIH, (10) konseptor dan mantan redaktur pelaksana majalah FITHRAH, (11) mantan layouter sekaligus pimred buletin Jum’at THAYBAH, (12) redaktur penerbit PT. EFMS, (13) admin salah satu situs berita Islam Nasional dengan 20.000 visit/hari), (14) online marketing UD. SBY CORPORATION, (15) pengasuh situs THAYBAH.ID, (16) promotor penerbitan majalah donatur, (17) redaktur pelaksana majalah SUARA MASKUMAMBANG, (18) redaktur pelaksana majalah SEJAHTERA dan buletin jumat YATIM SEJAHTERA, dan (19) mengasuh 2 website dan belasan blog keislaman yang ‘hidup segan mati tak mau’ sebagai salah satu cara merehatkan diri, serta (20) penulis buku GOLDEN MANNERS, KUTUNGGU DI TELAGA AL-KAUTSAR, MENDEKAT KEPADA ALLAH, QUANTUM IMAN, yang bisa Anda dapatkan di Gramedia atau toko buku lainnya.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*