mimpi

Ta’bir/Tafsir Mimpi

Brilly El-Rasheed Fiqih 0 Comments

Oleh Brilly Y. Will.

Sama halnya perbuatan Allah itu terjadi sesuai asumsi hamba tentangnya, mimpi juga teraktualisasikan sesuai asumsi siapapun, sekalipun asumsinya tidak diperkenankan secara hukum syar’i. Tidak serta-merta berarti diperbolehkan menginterpretasi mimpi seenaknya sendiri.

Khuzaimah bin Tsabit menceritakan mimpinya kepada Nabi dimana dia bermimpi bersujud di atas kening Nabi. Nabi pun menyandarkan punggungnya dan bersabda, “Sesungguhnya ruh itu benar-benar bertemu dengan ruh lain (selama tidur). Tegaskan kembali mimpimu, duduklah dan bersujudlah dan lakukan sebagaimana yang telah kamu lakukan dalam mimpimu!” [Musnad Ahmad; Musnad Ibnu Abi Syaibah. Ash-Shahihah no. 3262]

Dalam Fat-h Al-Bari 12/442 terdapat penjelasan dari Al-Qurthubi, “Penyebab kebingungan orang-orang tidak beragama terkait masalah mimpi adalah lantaran mereka menyimpang dari jalan lurus pada nabi. Kami katakan, mimpi adalah refleksi (pantulan) dari aktivitas jiwa. Ketika kita tidak memahami jiwa, jelas sekali, kita tidak akan dapat memahami refleksi-refleksinya.” Terdapat pula pernyataan Al-Qadhi Abu Bakar bin Al-‘Arabi, “Mimpi-mimpi adalah pantulan-pantulan yang Allah tanamkan ke dalam qalbu seseorang baik melalui malaikat atau syaithan. Mimpi-mimpi menghadirkan sesuatu baik itu secara eksplisit ataupun implicit, atau campuran yang tidak punya makna sama sekali. Dengan demikian, mimpi-mimpi menyerupai pemikiran-pemikiran yang berlangsung saat terjaga, yang mungkin segali diorganisir, sebagaimana dalam sebuah cerita atau dipendarkan dalam fragmen-fragmen.” Terdapat juga ucapan Al-Maziri, “Allah menciptakan pantulan-pantulan ini sebagai indikator tentang hal-hal yang hendak Dia ciptakan atau yang telah Dia ciptakan.”

(1) Pimred majalah TAUHIDULLAH; (2) Pimred majalah dan buletin AS-SHOLIHIN, (3) redaktur pelaksana majalah AL-AKHBAR, (4) editor dan layouter majalah AL IHSAN, (5) reporter majalah MEDIAN LPMP Jawa Timur, (6) kontributor lepas majalah AR-RISALAH, (7) kontributor tetap majalah LENTERA QOLBU, (8) kontributor lepas di majalah ELFATA, (9) editor in chief majalah digital QUANTUM FIQIH, (10) konseptor dan mantan redaktur pelaksana majalah FITHRAH, (11) mantan layouter sekaligus pimred buletin Jum’at THAYBAH, (12) redaktur penerbit PT. EFMS, (13) admin salah satu situs berita Islam Nasional dengan 20.000 visit/hari), (14) online marketing UD. SBY CORPORATION, (15) pengasuh situs THAYBAH.ID, (16) promotor penerbitan majalah donatur, (17) redaktur pelaksana majalah SUARA MASKUMAMBANG, (18) redaktur pelaksana majalah SEJAHTERA dan buletin jumat YATIM SEJAHTERA, dan (19) mengasuh 2 website dan belasan blog keislaman yang ‘hidup segan mati tak mau’ sebagai salah satu cara merehatkan diri, serta (20) penulis buku GOLDEN MANNERS, KUTUNGGU DI TELAGA AL-KAUTSAR, MENDEKAT KEPADA ALLAH, QUANTUM IMAN, yang bisa Anda dapatkan di Gramedia atau toko buku lainnya.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*