embek

Kok Bermental Lembek? Kan Kita Bukan Embek

Brilly El-Rasheed Akhlak Muamalah 0 Comments

Oleh Ibnu Abiihi

Belum pernah ada ceritanya bisa sukses tapi memiliki mental lembek, walaupun kesuksesannya adalah warisan dari pendahulunya, karena setiap masa itu berbeda tantangan dan hambatannya.

Bagi yang tidak siap menghadapi tantangan dan hambatan, siap-siap saja untuk gigit jari menyesali karena terkalahkan oleh mental lembek. Mental lembek ini juga memunculkan perasaan mudah puas dengan apa yang telah dicapai sebelumnya, tidak sadar bahwa perubahan kehidupan ini sangatlah cepat, tak terkecuali persaingan dalam hal apapun.

Demikianlah prinsip karakter hebat yang dipegang teguh oleh para pendahulu kita, yaitu Rasulullah dan para shahabat beliau. Sepanjang hidup mereka terus memupuk kepribadian mereka sehingga tidak ada kesempatan untuk berkembiang biaknya benalu mental lembek.

Pada awal masa sosialisasi syariah Islam, Rasulullah diperintah oleh Allah, “Wahai orang yang berselimut, bangun dan berikan peringatan!” [QS. Al-Mudatstsir (74): 1-2] dan Allah juga memerintah beliau, “Wahai orang yang melekatkan pakaian, berdirilah (untuk shalat) pada malam hari, selain sedikit saja (untuk tidur)!” [QS. Al-Muzzammil (73): 1-2]

Kenapa sampai sedemikian serius masalah urgensitas bangun dan terjaga pada malam hari sembari melaksanakan shalat? Tentu saja sangat serius sebab sangat tidak mungkin akan seorang pejuang sekaliber Rasulullah akan bisa menggapai puncak kesuksesan dunia-akhirat dan menghadapi rintangan berat para penjahat masyarakat kecuali dengan kebiasaan beribadah pada saat nikmat-nikmatnya istirahat.

Oleh karenanya Rasulullah menjadikan shalat malam sebagai kunci semangat dan cara terbaik menghindarkan jiwa dari kepribadian lembek. Orang yang bangunnya sering kesiangan, cepat atau lambat, sadar atau tidak, akan menyuburkan mental lembek pada dirinya, bahkan juga pada diri orang-orang yang terpengaruh dengan kebiasaan buruknya.

(1) Pimred majalah TAUHIDULLAH; (2) Pimred majalah dan buletin AS-SHOLIHIN, (3) redaktur pelaksana majalah AL-AKHBAR, (4) editor dan layouter majalah AL IHSAN, (5) reporter majalah MEDIAN LPMP Jawa Timur, (6) kontributor lepas majalah AR-RISALAH, (7) kontributor tetap majalah LENTERA QOLBU, (8) kontributor lepas di majalah ELFATA, (9) editor in chief majalah digital QUANTUM FIQIH, (10) konseptor dan mantan redaktur pelaksana majalah FITHRAH, (11) mantan layouter sekaligus pimred buletin Jum’at THAYBAH, (12) redaktur penerbit PT. EFMS, (13) admin salah satu situs berita Islam Nasional dengan 20.000 visit/hari), (14) online marketing UD. SBY CORPORATION, (15) pengasuh situs THAYBAH.ID, (16) promotor penerbitan majalah donatur, (17) redaktur pelaksana majalah SUARA MASKUMAMBANG, (18) redaktur pelaksana majalah SEJAHTERA dan buletin jumat YATIM SEJAHTERA, dan (19) mengasuh 2 website dan belasan blog keislaman yang ‘hidup segan mati tak mau’ sebagai salah satu cara merehatkan diri, serta (20) penulis buku GOLDEN MANNERS, KUTUNGGU DI TELAGA AL-KAUTSAR, MENDEKAT KEPADA ALLAH, QUANTUM IMAN, yang bisa Anda dapatkan di Gramedia atau toko buku lainnya.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*