musibah

Hakekat Musibah

Brilly El-Rasheed Akhlak Muamalah, Aqidah 0 Comments

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

{وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ (30) } [الشورى: 30]

“Dan apa saja musibah yang menimpa kalian maka itu akibat perbuatan kalian, dan Dia mengampuni banyak dosa.” [Asy-Syura: 30]

Ar-Razi menguraikan dalam Mafatih Al-Ghaib 27/600 bagaimana para mufassir bersilang pendapat mengenai hakekat musibah. Para mufassir berbeda pendapat apakah musibah itu menimpa sebagai siksa atas dosa-dosa yang telah lalu ataukah bukan. Sebagian mufassir mengingkari hal tersebut karena beberapa faktor: pertama, dalam QS. Ghafir: 17 Allah menjelaskan bahwa pembalasan hanya terjadi ketika hari qiyamah; kedua, musibah di dunia itu terjadi pada orang-orang zindiq maupun orang-orang shiddiq, karenanya tidak mungkin termasuk siksa atas dosa-dosa, bahkan realitasnya musibah banyak dialami oleh orang-orang shalih dan muttaqin, lebih banyak daripada yang dialami para pendosa, karenanya Nabi bersabda, “Bala` menimpa para anbiya`, para auliya`, kemudian yang sederajat, kemudian yang sederajat; ketiga, dunia adalah tempat pembebanan syariah, kalau pembalasan sudah terjadi di dunia maka berarti dunia adalah tempat pembebanan syariah sekaligus tempat pembalasan, ini mustahil.

Adapun mufassir yang lain yang berpendapat bahwa musibah adalah pembalasan dosa yang disegerakan, berpegangan pada riwayat dari Nabi, “Tidaklah bani Adam tertusuk dahan kecuali karena dosa.” Juga firman Allah QS. An-Nisa`: 160 dan Asy-Syura: 34. Dari sini jelas bahwa kebinasaan itu terjadi disebabkan perbuatan manusia sendiri.

Golongan mufassir yang pertama menyangkal dan menyatakan bahwa hal tersebut adalah ujian dalam pembebanan syariah, bukan siksa sebagaimana yang terjadi pada anbiya` dan auliya. Penafsiran ini sesuai juga dengan bunyi ayat, “Maka itu akibat perbuatan kalian.”. Selesailah permasalahan ini.

(1) Pimred majalah TAUHIDULLAH; (2) Pimred majalah dan buletin AS-SHOLIHIN, (3) redaktur pelaksana majalah AL-AKHBAR, (4) editor dan layouter majalah AL IHSAN, (5) reporter majalah MEDIAN LPMP Jawa Timur, (6) kontributor lepas majalah AR-RISALAH, (7) kontributor tetap majalah LENTERA QOLBU, (8) kontributor lepas di majalah ELFATA, (9) editor in chief majalah digital QUANTUM FIQIH, (10) konseptor dan mantan redaktur pelaksana majalah FITHRAH, (11) mantan layouter sekaligus pimred buletin Jum’at THAYBAH, (12) redaktur penerbit PT. EFMS, (13) admin salah satu situs berita Islam Nasional dengan 20.000 visit/hari), (14) online marketing UD. SBY CORPORATION, (15) pengasuh situs THAYBAH.ID, (16) promotor penerbitan majalah donatur, (17) redaktur pelaksana majalah SUARA MASKUMAMBANG, (18) redaktur pelaksana majalah SEJAHTERA dan buletin jumat YATIM SEJAHTERA, dan (19) mengasuh 2 website dan belasan blog keislaman yang ‘hidup segan mati tak mau’ sebagai salah satu cara merehatkan diri, serta (20) penulis buku GOLDEN MANNERS, KUTUNGGU DI TELAGA AL-KAUTSAR, MENDEKAT KEPADA ALLAH, QUANTUM IMAN, yang bisa Anda dapatkan di Gramedia atau toko buku lainnya.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*