haji selfie

Mengabarkan Amal Shalih

Brilly El-Rasheed Akhlak Muamalah, Penyejuk Hati 1 Comment

Apa gunanya engkau kabarkan amal-amal shalihmu? Allah lebih suka jika engkau menyembunyikan keshalihan. Allah mengingatkan,

لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَوْا وَيُحِبُّونَ أَنْ يُحْمَدُوا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِنَ الْعَذَابِ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Janganlah sekali-kali kamu menyangka orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan, dan mereka senang kalau dipuji padahal mereka belum mengerjakan, jangan sangka mereka terlepas dari siksa, bahkan bagi mereka adzab yang pedih.” [QS. Ali ‘Imran: 188]

فتح الباري لابن حجر – (ج 12 / ص 435)

يَتَنَاوَل كُلّ مَنْ أَتَى بِحَسَنَةٍ فَفَرِحَ بِهَا فَرَح إِعْجَاب وَأَحَبَّ أَنْ يَحْمَدهُ النَّاس وَيُثْنُوا عَلَيْهِ بِمَا لَيْسَ فِيهِ

Dalam ibarot ini, menurut Ibnu Hajar, konteks firman Allah ini mencakup siapa saja yang berbuat kebaikan kemudian berbangga diri dengannya, bangga karena kagum pada diri sendiri, dan senang dipuji oleh manusia, dan disanjung dengan apa yang tidak diperbuatnya.

Namun ada saatnya boleh. Simak ibarot dari An-Nawawi.

Berkata An-Nawawi, “Ketahuilah, sesungguhnya penyebutan atas kebaikan personal itu ada dua hukum; tercela dan terpuji. Tercela ketika untuk berbangga-bangga, menampakkan ketinggian kedudukan, membedakan diri dari orang lain, dan semisalnya. Terpuji ketika terdapat mashlahat syar’i di dalamnya, seperti untuk amar ma’ruf nahi munkar, nasehat, penyebaran kebaikan, pengajaran, pendidikan, pemberian wejangan, pemberian peringatan, pendamaian antara dua kubu yang berselisih, mencegah kejahatan, dan semisalnya.” [Al-Majmu’ 4/484. Cet. Al-Muniriyyah]

Sebagai tambahan, silakan resapi ibarot berikut.

تفسير البغوي – (ج 8 / ص 446)

{ وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ } بالنفقة في الخير، { وَاسْتَغْنَى } عن ثواب الله فلم يرغب فيه { وَكَذَّبَ بِالحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى } سنهيئه للشر بأن نجريه على يديه حتى يعمل بما لا يرضي الله، فيستوجب به النار.

تفسير الألوسي – (ج 22 / ص 484)

{ واستغنى } أي وزهد فيما عنده عز وجل كأنه مستغن عنه سبحانه فلم يتقه جل وعلا أو استغنى بشهوات الدنيا عن نعيم العقبى

[/B]

(1) Pimred majalah TAUHIDULLAH; (2) Pimred majalah dan buletin AS-SHOLIHIN, (3) redaktur pelaksana majalah AL-AKHBAR, (4) editor dan layouter majalah AL IHSAN, (5) reporter majalah MEDIAN LPMP Jawa Timur, (6) kontributor lepas majalah AR-RISALAH, (7) kontributor tetap majalah LENTERA QOLBU, (8) kontributor lepas di majalah ELFATA, (9) editor in chief majalah digital QUANTUM FIQIH, (10) konseptor dan mantan redaktur pelaksana majalah FITHRAH, (11) mantan layouter sekaligus pimred buletin Jum’at THAYBAH, (12) redaktur penerbit PT. EFMS, (13) admin salah satu situs berita Islam Nasional dengan 20.000 visit/hari), (14) online marketing UD. SBY CORPORATION, (15) pengasuh situs THAYBAH.ID, (16) promotor penerbitan majalah donatur, (17) redaktur pelaksana majalah SUARA MASKUMAMBANG, (18) redaktur pelaksana majalah SEJAHTERA dan buletin jumat YATIM SEJAHTERA, dan (19) mengasuh 2 website dan belasan blog keislaman yang ‘hidup segan mati tak mau’ sebagai salah satu cara merehatkan diri, serta (20) penulis buku GOLDEN MANNERS, KUTUNGGU DI TELAGA AL-KAUTSAR, MENDEKAT KEPADA ALLAH, QUANTUM IMAN, yang bisa Anda dapatkan di Gramedia atau toko buku lainnya.

Rekomendasi Artikel

Comments 1

  1. jazakumulloh khoiron katsiir. Setelah ana buka web ini ana merasa disegarkan kembali. Semoga kita dimudahkan untuk bisa menjalani hidup ini dengan lebih berkah lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*