shaf

Posisi Kaki Di Kala Shalat

Brilly El-Rasheed Fiqih 3 Comments

Setelah menilik hadits-hadits yang mengisahkan bagaimana Rasulullah shalat, mungkin kita akan menemukan tidak adanya hadits yang sharih (jelas) tentang bagaimana posisi kaki Rasulullah saat berdiri dalam shalat. Untuk menemukan jawabannya, mari kita simak penjelasan berikut.

نص بعض أهل العلم على استحباب الاعتماد على القدمين والاعتدال في القيام إلا للمراوحة من طول القيام….. وكرهوا الاعتماد على رجل واحدة واقتران الرجلين.

Sebagian ulama’ menetapkan akan dianjurkannya bersandar pada dua kaki dan seimbang saat berdiri kecuali untuk istirahat karena lamanya berdiri . . . dan mereka tidak menyukai berdiri dengan bersandar pada satu kaki atau terlalu merapatkan kaki.

قال ابن مايابي الشنقيطي في فتح المنعم شرح زاد المسلم فيما اتفق عليه البخاري ومسلم قال: ويكره رفع الرجل أو وضعها على أخرى، وإقرانها حتى يكون كالمقيد لأن ذلك من العبث، وينافي هيئة الصلاة وما فيها من الشغل الشاغل الوارد في الصحيحين عن ابن مسعود مرفوعاً: “إن في الصلاة شغلاً”.

Ibnu Maayaabi Asy-Syinqithi dalam Fath Al-Mun’im Syarh Zad Al-Muslim berkata pada hadits muttafaqun ‘alaih, “Dibenci mengangkat kaki atau meletakkan salah satunya pada yang lain dan merapatkannya sampai seperti terikat, karena perbuatan tersebut merupakan kesia-siaan, menafikan bahwa kesibukan yang ada di dalam shalat. Sebagaimana ada pada shahihain dari Ibnu Mas’ud secara marfuu’ : “Sesungguhnya di dalam shalat itu ada sesuatu yang menyibukkan.”

وروى النسائي: أن عبد الله بن مسعود رأى رجلاً يصلي قد صف بين قدميه، فقال: (أخطأ السنة)، ولو راوح بينهما كان أحب إلي. .
وعليه فاقتران الرجلين وهو صفهما مخالف للسنة.

An-Nasa`i meriwayatkan, Sesungguhnya ‘Abdullah bin Mas’ud melihat seseorang yang shalat dengan menggabungkan kedua kakinya, maka dikatakan kepadanya, “dia telah menyalahi sunnah” Seandainya dia berdiri dengan kedua kakinya maka itu lebih aku sukai.

Berdasarkan hal ini maka perbuatan merapatkan kedua kaki yaitu dengan menggabungkannya menyelisihi sunnah.

والحاصل: أن المسافة بين القدمين أثناء القيام في الصلاة لا حد لها وإنما يقف المصلي معتدلاً معتمداً على رجليه غير قارن بينهما..ولا بأس بالمراوحة بينهما عند الحاجة.

Kesimpulannya : bahwa jarak antara dua kaki saat berdiri shalat tidak ada batasan khusus. Hanya saja hendaknya seorang yang shalat itu berdiri seimbang dengan bersandar kepada kedua kakinya dengan tanpa merapatkannya. Dan tidak mengapa bersandar pada salah satu diantara keduanya ketika ada hajah/kebutuhan.

Sumber : http://www.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=22953

Adapun ketika shalat jama’ah, maka posisi kaki kita harus kita sesuaikan dengan kaki-kaki jama’ah shalat yang lain, sehingga kaki kita kita buka sedikit lebar sehingga kaki kita saling berdekatan dengan kaki jama’ah shalat yang lain. Ini adalah sunnah Rasulullah. Sama sekali bukan karakter teroris. Lancang sekali jika kita mengatakan merapatkan kaki dalam shaf shalat adalah ciri khas teroris. Jika kita mengatakan demikian, berarti kita menuduh Rasulullah adalah teroris.

(1) Pimred majalah TAUHIDULLAH; (2) Pimred majalah dan buletin AS-SHOLIHIN, (3) redaktur pelaksana majalah AL-AKHBAR, (4) editor dan layouter majalah AL IHSAN, (5) reporter majalah MEDIAN LPMP Jawa Timur, (6) kontributor lepas majalah AR-RISALAH, (7) kontributor tetap majalah LENTERA QOLBU, (8) kontributor lepas di majalah ELFATA, (9) editor in chief majalah digital QUANTUM FIQIH, (10) konseptor dan mantan redaktur pelaksana majalah FITHRAH, (11) mantan layouter sekaligus pimred buletin Jum’at THAYBAH, (12) redaktur penerbit PT. EFMS, (13) admin salah satu situs berita Islam Nasional dengan 20.000 visit/hari), (14) online marketing UD. SBY CORPORATION, (15) pengasuh situs THAYBAH.ID, (16) promotor penerbitan majalah donatur, (17) redaktur pelaksana majalah SUARA MASKUMAMBANG, (18) redaktur pelaksana majalah SEJAHTERA dan buletin jumat YATIM SEJAHTERA, dan (19) mengasuh 2 website dan belasan blog keislaman yang ‘hidup segan mati tak mau’ sebagai salah satu cara merehatkan diri, serta (20) penulis buku GOLDEN MANNERS, KUTUNGGU DI TELAGA AL-KAUTSAR, MENDEKAT KEPADA ALLAH, QUANTUM IMAN, yang bisa Anda dapatkan di Gramedia atau toko buku lainnya.

Rekomendasi Artikel

Comments 3

  1. ahsan artikelnya…
    ana mau menanggapi masalah kaki dalam solat jamaah.

    kebanyakan diantara para jamaah mengetahui bahwasanya ketika solat berjamaah. tumit yang kita menempel erat pada tumin saudara kita yang lain.. entah mengapa dalam keseharian sangat sedikit yang ana dapati orang2 yang menempelkan tumitnya dengan yang lain..

    mengapa bisa begitu??

    1. Perlu kita adukan kepada ustadz-ustadz yang kibar. Sebab mereka lebih mendalam ilmunya.

  2. Pada saat sholat berjamaah yg lebih baik adalah bahu ketemu bahu bukan tumit kaki ketemu tumit kaki. Karena itu lebih dekat dgn sunnah meraptkan shof. Posisi kaki juga tidak perlu dibuka lebar2 krna bnyak ttll berlebihan yg pasti jarak antar kaki sebisa anak kambing dapat lewat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*