twitter

Ingin Jaga Privasi, Pilih Twitter Aja!

Brilly El-Rasheed Tsaqafah 1 Comment

Berbeda dari Facebook, jejaring yang lebih elegan,  Twitter, memunculkan terobosan baru, Do Not Track namanya. Twitter bergabung denga Mozilla untuk menawarkan opsi baru yang diklaim bisa menangkal informasi atau data pribadi dilacak, seperti dipaparkan oleh kepala bidang teknologi Federal Trade Commission AS, ED Felten, di pertemuan New York Internet Week, pekan ini.

“Twitter saat ini mendukung Do Not Track,” ungkap juru bicara Twitter, Carolyn Penner, seperti dilansir laman CNN, Jumat (18/5). “Do Not Track” memungkinkan user memblokir pihak ketiga mengakses cookies, yang digunakan sebagai bahan informasi mengenai data pribadi user dan aktivitas online mereka. Informasi itu kerap digunakan untuk keperluan iklan dan sejumlah tujuan lain. Untuk mengaktifkan fitur ini di Twitter, user harus memilih fitur “Do Not Track” ini melalui Firefox.

Fitur ini sangat bagus nampaknya. Karena menjaga rahasia termasuk amalan yang mulia berdasarkan hadits berikut. Dari Anas bin Malik, Nabi pernah bersabda kepada Mu’adz ketika ia dibonceng oleh beliau di atas kendaraan, “Wahai Mu’adz.” Mu’adz berkata, “Labbaika ya Rasulallah wa sa’daika.” Beliau berkata lagi, “Wahai Mu’adz.” Mu’adz  berkata, “Labbaika ya Rasulallah wa sa’daika.” Setelah tiga kali, beliau melanjutkan, “Barangsiapa yang bersaksi dengan tulus sepenuh hati bahwa tidak ada tuhan yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Allah dan Muhammad utusan Allah, maka Allah akan mengharamkannya dari neraka.” Mu’adz bertanya, “Wahai Rasulullah, bolehkah saya beritahukan hal ini kepada manusia agar mereka merasa gembira?” Beliau menjawab, “(Apabila engkau beritahukan hal ini kepada mereka), niscaya mereka akan menyandarkan diri (pada hal ini saja).” Maka Mu’adz menyampaikan hadits ini menjelang kematiannya karena takut berdosa (jika tidak disampaikan)” [Al-Bukhari no. 128; Muslim no. 30]

Ibnu Hajar memberikan perincian, “Yang lebih jelas (dan tepat) adalah memperinci perkara tersebut (yaitu menyimpan rahasia),

Pertama. Perkara yang diperbolehkan dan terkadang disukai penyebutannya walaupun si pemilik rahasia tidak menyukainya. Seperti misal, jika rahasia itu mengandung pujian kepadanya karena kemuliaan atau perbuatannya baik atau yang semisal dengan itu.

Kedua. Perkara yang dibenci secara mutlak dan mungkin diharamkan, dan inilah yang diisyaratkan oleh Ibnu Baththal.

Ketiga. Bahkan bisa jadi diwajibkan apabila dalam rahasia itu ada sesuatu yang wajib disebutkan. Misalnya hak yang harus dipenuhinya, tetapi ia terhalang (dengan sesuatu) sehingga tidak menunaikannya. Kemudian setelah ia meninggal, ada orang yang mau menunaikan hak itu apabila rahasia itu diceritakan.” [Fat-h Al-Bari, 11/82]

[/Rasheed]

(1) Pimred majalah TAUHIDULLAH; (2) Pimred majalah dan buletin AS-SHOLIHIN, (3) redaktur pelaksana majalah AL-AKHBAR, (4) editor dan layouter majalah AL IHSAN, (5) reporter majalah MEDIAN LPMP Jawa Timur, (6) kontributor lepas majalah AR-RISALAH, (7) kontributor tetap majalah LENTERA QOLBU, (8) kontributor lepas di majalah ELFATA, (9) editor in chief majalah digital QUANTUM FIQIH, (10) konseptor dan mantan redaktur pelaksana majalah FITHRAH, (11) mantan layouter sekaligus pimred buletin Jum’at THAYBAH, (12) redaktur penerbit PT. EFMS, (13) admin salah satu situs berita Islam Nasional dengan 20.000 visit/hari), (14) online marketing UD. SBY CORPORATION, (15) pengasuh situs THAYBAH.ID, (16) promotor penerbitan majalah donatur, (17) redaktur pelaksana majalah SUARA MASKUMAMBANG, (18) redaktur pelaksana majalah SEJAHTERA dan buletin jumat YATIM SEJAHTERA, dan (19) mengasuh 2 website dan belasan blog keislaman yang ‘hidup segan mati tak mau’ sebagai salah satu cara merehatkan diri, serta (20) penulis buku GOLDEN MANNERS, KUTUNGGU DI TELAGA AL-KAUTSAR, MENDEKAT KEPADA ALLAH, QUANTUM IMAN, yang bisa Anda dapatkan di Gramedia atau toko buku lainnya.

Rekomendasi Artikel

Comments 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*