rokok

Katanya Cinta Allah, Kok Masih Merokok?

Brilly El-Rasheed Kontemporer 0 Comments

Nampaknya Anda bertanya-tanya keheranan, “Apa korelasinya antara cinta kepada Allah sama merokok?” Atau Anda merasa artikel ini hanya omong kosong yang ujung-ujungnya hanya mendukung sebagian ulama tanah air yang memutuskan haramnya rokok. Atau Anda apatis dengan pembahasan ini, sebab rokok, “Is my life, jadi gue ga bisa hidup tanpa rokok.” Begitu saudaraku? Jangan buru-buru menilai sebelum membaca.

Sebelumnya, saya mau bertanya, “Menurut Anda apa hukum rokok? Menurut yang pernah Anda dengar, rokok itu hukumnya apa, sebelum Anda mendengar sebagian pemuka agama yang menghukumi rokok haram?” Anda sudah menjawabnya, sekarang simpan jawaban itu di dalam hati Anda. Mari kita renungkan!

Anda mencintai Allah? Tulis jawaban Anda di dalam hati.

Anda ingin dicintai Allah? Tulis jawaban Anda di dalam hati.

Anda ingin Allah perhatian kepada Anda? Tulis jawaban Anda di dalam hati.

Anda ingin hidup ini penuh kebahagiaan? Tulis jawaban Anda di dalam hati.

Anda ingin menjadi hamba Allah yang paling shalih? Tulis jawaban Anda di dalam hati.

Sekarang bagi Anda yang memiliki karier di bidang dakwah, yang menjadi ustadz, yang menjadi ulama, yang menjadi guru mata pelajaran agama Islam, yang menjadi pemuka masyarakat, yang pernah berangkat haji, saya ingin bertanya,

Anda pernah merokok? Jika pernah,

Anda suka merokok?

Bisakah Anda hidup tanpa rokok? Bila tidak bisa,

Apa yang akan Anda lakukan bila ada orang yang bilang rokok itu haram?

Benarkah Anda mencintai Allah?

Silahkan catat jawaban Anda dalam pikiran Anda, dan jangan biarkan hilang terlebih dahulu.

Kini saya ingin menebak, bahwa di mata Anda, rokok adalah makruh. Benar? Jika benar, saya ucapkan selamat, mari kita bersyukur kepada Allah karena Dia masih memberi kita keteguhan hati untuk berani dan lantang mengatakan bahwa rokok itu makruh.

Sekarang, persiapkan hati Anda, bersihkan terlebih dahulu dari prasangka buruk, dan dari segala kotoran dan noda. Heningkan pikiran, buka cakrawala pemahaman.

Ketahuilah wahai jiwa yang tenang, segala yang makruh itu dapat menghambat perjalanan kita mendekat (taqarrub) dan sampai (wushul) kepada Allah. Segala yang makruh itu bisa menghalang-halangi kita dari kedekatan dengan Allah. Segala yang makruh itu berpeluang besar menjadikan cinta dari Allah terhalang masuk ke dalam sanubari kita. Segala yang makruh itu sangat besar kemungkinannya akan banyak merugikan keseimbangan dan keteraturan hidup kita. Anda tidak terima dengan penjelasan ini? Tidak apa-apa, tapi saya sarankan Anda baca penelitian para ustadz dan pakar kesehatan mengenai rokok. Anda bisa berselancar di situs-situs kesehatan dan Islam, cari tahu apa untung rugi rokok. Saya juga menyarankan Anda meneliti dengan pendekatan statistika mengenai kesehatan baik fisik maupun finansial pada orang-orang yang merokok dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

Sekarang, saya ingin berbincang dengan Anda yang menilai bahwa rokok itu mubah. Saya hendak menukil penjelasan dari Asy-Syaikh Al-Qabbari, “Perkara yang makruh merupakan penghalang antara hamba dengan perkara yang haram. Barangsiapa sering melakukan hal yang makruh, maka ia akan masuk ke dalam hal yang haram. Sedangkan perkara yang mubah merupakan penghalang antara hamba dengan perkara yang makruh. Barangsiapa sering melakukan hal yang mubah, maka ia akan masuk ke dalam hal yang makruh.” Ibnu Hajar Al-‘Asqalani menuturkan, “Melakukan hal yang halal yang dapat menjerumuskan kepada hal yang makruh atau haram, seharusnya dijauhi. Seperti terlalu banyak makan, maka itu akan menyebabkan seseorang banyak bekerja sehingga ia berani mengambil barang yang bukan haknya, atau dirinya menjadi angkuh hingga tidak memperhatikan aktivitas ‘ubudiyyah (ketundukan kepada Allah). Hal ini sudah menjadi kebiasaaan dan dapat disaksikan oleh mata.” [Fat-h Al-Bari 1/127]

Sudahkah Anda memahami?

Satu lagi, sebuah hadits shahih yang bisa menjadi bahan renungan Anda untuk melakukan pencarian mengenai status hukum rokok menurut syari’at Islam, syari’at yang diciptakan oleh Allah, satu-satunya yang paling Anda cintai. Rasulullah berkata,

البر ما سكنت إليه النفس واطمأن إليه القلب والإثم ما لم تسكن إليه النفس ولم يطمئن إليه القلب وإن أفتاك المفتون

“Kebaikan adalah sesuatu yang dapat menentramkan jiwa dan hati. Sedangkan dosa adalah sesuatu yang tidak dapat menenangkan jiwa dan hati, sekalipun para ahli fatwa memberikan fatwa kepadamu.” [Shahih: Shahih Al-Jami’ no. 2881]

Apakah hati Anda tenang ketika Anda mengisap rokok? Adakah jiwa Anda tentram tatkala rokok sedang Anda hirup? Bila kondisi tersebut ada pada Anda, maka pertanyakanlah kesehatan qalbu Anda. Sebab hati yang sehat, yang penuh cinta kepada Allah, yang sangat berharap cinta dari Allah, tidak akan tenang dan tentram saat melakukan dosa dan hal-hal yang makruh.

(Surabaya, 2o Shafar 1432)

Copy Right © 1430 Brilly El-Rasheed

Dipublish oleh www.thaybah.or.id

(1) Pimred majalah TAUHIDULLAH; (2) Pimred majalah dan buletin AS-SHOLIHIN, (3) redaktur pelaksana majalah AL-AKHBAR, (4) editor dan layouter majalah AL IHSAN, (5) reporter majalah MEDIAN LPMP Jawa Timur, (6) kontributor lepas majalah AR-RISALAH, (7) kontributor tetap majalah LENTERA QOLBU, (8) kontributor lepas di majalah ELFATA, (9) editor in chief majalah digital QUANTUM FIQIH, (10) konseptor dan mantan redaktur pelaksana majalah FITHRAH, (11) mantan layouter sekaligus pimred buletin Jum’at THAYBAH, (12) redaktur penerbit PT. EFMS, (13) admin salah satu situs berita Islam Nasional dengan 20.000 visit/hari), (14) online marketing UD. SBY CORPORATION, (15) pengasuh situs THAYBAH.ID, (16) promotor penerbitan majalah donatur, (17) redaktur pelaksana majalah SUARA MASKUMAMBANG, (18) redaktur pelaksana majalah SEJAHTERA dan buletin jumat YATIM SEJAHTERA, dan (19) mengasuh 2 website dan belasan blog keislaman yang ‘hidup segan mati tak mau’ sebagai salah satu cara merehatkan diri, serta (20) penulis buku GOLDEN MANNERS, KUTUNGGU DI TELAGA AL-KAUTSAR, MENDEKAT KEPADA ALLAH, QUANTUM IMAN, yang bisa Anda dapatkan di Gramedia atau toko buku lainnya.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*