hp

Hp Islami Penuh Kontroversi

Brilly El-Rasheed Kontemporer, Tsaqafah 0 Comments

Dulu, sebelum ada alat telekomunikasi, untuk berkomunikasi dengan saudara yang nun jauh di seberang desa saja harus ditempuh dengan perjalanan berhari-hari. Ketika ada keluarga yang meninggal, untuk memberi tahu keluarga yang ada di luar kota, harus dengan menyuruh seseorang untuk langsung menemuinya.

Kemudian muncul era surat-menyurat. Alat komunikasi lewat surat ini menjadi solusi yang cukup menggembirakan karena dengannya silaturrahim tidak terputus dan tetap bisa berkomunikasi dengan sanak-kerabat yang di luar kota. Apalagi untuk bisa mengirimkan sekadar kartu ucapan selamat hari raya idul fitri.

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, komunikasi semakin mudah, semacam telepon, HP, internet, dan sebagainya. Jadi ditemukannya teknologi HP merupakan nikmat Allah bagi kita. HP bisa kita gunakan untuk beramal shalih, untuk berda’wah, untuk mengajak kepada kebaikan, dan sebagainya.

Dari JaDul (Jaman Dulu) Sampai JaRang (Jaman Sekarang)

HP ditemukan oleh seorang nonmuslim pada tahun 1910 yaitu Lars Magnus Ericsson, yang saat ini merupakan pendiri perusahaan Ericsson. Maka otomatis HP didominasi oleh nonmuslim. Fasilitas-fasilitas yang diboyong pun tidak 100 % Islami. Diawal HP tidak dimasuki perkara-perkara agama. Namun seiring berjalannya waktu, nonmuslim menyisipkan content agama-agama mereka ke dalam fitur-fitur HaPe seperti simbol-simbol agama mereka, nyanyian agama mereka, dan sebagainya yang sangat samar dan muslim awam akan sulit mengetahuinya. Bahkan beberapa waktu yang lalu di luar, muncul HP Jewberry yang merupakan HP berkonten agama Yahudi.

Karena semakin hari, nonmuslim semakin pinter untuk menyusupkan content agama mereka ke dalam HP, maka sebagian umat Islam yang tahu benar seluk-beluk HP dan tidak GapTek (Gagap Teknologi), menyadari hal ini dan melakukan tindakan. Mereka membuat HP dengan fasilitas-fasilitas yang Islami. Nama Islami menjadi semacam brand untuk merengkuh pengguna muslim sebanyak-banyaknya. Terutama di Indonesia yang masyarakatnya masyoritas muslim. Sehingga memproduksi HP dengan brand Islami, memiliki nilai jual tinggi.

Realitas HP Islami

Di Indonesia industri produsen HP Islami kini kian menjamur. Mereka saling berlomba menghadirkan HP-HP yang Islami dengan teknologi yang lebih canggih dan mutakhir. Mereka memasukkan konten-konten Islami ke dalam HP Islami di antaranya, Qur`an Mobile, Quran Tajwid berwarna, MP3 Player Murattal Al-Qur`an oleh Asy-Syaikh As-Sudais dan Asy-Syuraim, penunjuk arah kiblat, jadwal adzan, Hadits lengkap Bukhori Muslim dengan fitur pencarian, Islamic Application: Adzancell: Adzan dari Masjidil Haram-Mekkah, Masjid Nabawi-Madinah dan Masjid Al-Azhar-Kairo. & Al-Ma`tsurat (Dzikir), Catatan Khutbah, Asmaul Husna & Tausiyah, MP3 Adzan & Dzikir dan Player, Penghitung Zikir, baca/dengarkan ceramah dan khutbah (ustadz Muhammad Arifin Ilham dan Ustadz ternama lainnya), fitur Inspirasi Iman, kumpulan buku bacaan bernuansa islami, Kalkulator zakat, Pembayaran Zakat via FlexiCash & Infaq, Khazanah Baru, Novel Islami best seller promo, Islamku –ebook: Rukun Iman dan Islam, Sirah, Fiqih & Muamalat, Doa & Dzikir, Islam Populer, Buku populer, Sains islam, Fikih kontemporer, Islamic digest, Kios Islam:FlexiTone Islami, wallpaper, ringtone, Bazar Muslim:Diskon merchant muslim, Info Ummat: Info kegiatan muslim baik dari redaksi/Telkom maupun dari pelanggan Flexi, Aplikasi bingkai foto dan pilihan gambar bertema Islami, SMS Pesan Islami dari Aa Gym.

Ada juga HP Islami yang menyediakan Kumpulan Hadits Riyadhus Shalihin yang terdiri dari 328 bab dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Fitur Fatwa MUI memungkinkan pelanggan Esia untuk mencari tahu fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh MUI.  Fitur Infaq misalnya memudahkan pelanggan Esia untuk menyumbang ke berbagai organisasi atau program Sosial. Pada fitur ini pelanggan dapat memilih organisasi mana yang ingin disumbang dan berapa jumlah yang ingin disumbangkan. Besarnya nilai sumbangan ada 2 pilihan, yaitu Rp 2.000,- atau Rp 5.000,- disertai biaya per transaksi Rp 500,- (plus PPN) yang diambil dari TalkTime pelanggan. yang penyaluran bantuannya dilakukan melalui 5 lembaga, yaitu Majelis Ulama Indonesia, Dompet Dhuafa Republika, Bakrie Untuk Negeri, ANTV Peduli dan kegiatan BTEL ROCKS (Reaching Out Communities and Kids) yang merupakan Corporate Sosial Responsibility (CSR) dari PT Bakrie Telecom.

Ada juga fitur Kabar Muslim. Terdapat dua menu dalam fitur ini yaitu Era Muslim yang merupakan versi mobile dari website portal Islami terbesar www.eramuslim.com dan VIVAnews.com dengan shortcut ke portal berita VIVAnews.com untuk berita umum.

Ada satu produk HP Islami dengan keseluruhan fitur Islaminya telah mendapatkan rekomendasi dari Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Pusat untuk menjaga keakuratan dan keabsahan konten Al Quran maupun wallpaper islami agar tak menyalahi kaidah-kaidah Islam. Teks Al-Qur’an, transliterasi Al-Qur’an dan terjemahannya yang terdapat di dalam aplikasi kedua hape hidayah ini menggunakan referensi dari Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an Departemen Agama RI. Menurut Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Ibrahim ini, ketika memberi sambutan pada acara yang diselenggarakan PT Bakrie Telecom Tbk, ”Salah satu tujuan pokok hukum Islam adalah menegakkan loyalitas kepada Allah dan menjaga kelestarian ajaran Islam. Selama HP (handphone/ponsel) bisa dipergunakan untuk itu, harus kita dukung.”

Kritik Konstruktif

Seperti di awal, kehadiran HP terlebih HP dengan konten yang Islami, sangatlah menggembirakan kaum Muslimin terutama di Indonesia, karena sangat membantu dalam pelaksanaan ibadah kepada Allah dan menambah kekhusyu’an ibadah. Dengan HP Islami, kaum Muslimin dapat beramal shalih kapan saja dan dimana saja.

Sekarang saatnya kita meninjau fisik HP Islami. Anda lihat kalimat-kalimat yang bercetak tebal. Itulah yang menjadi sorotan. Pertama, Al-Ma’tsurat. Al-Ma’tsurat adalah buku yang merangkum dzikir-dzikir pagi dan petang yang diklaim paling shahih dari Rasulullah, disusun oleh Hasan Al-Banna, salah seorang tokoh Ikhwanul Muslimin. Menurut penelitian para pakar ilmu Hadits, ternyata dalam Al-Ma’tsurat terdapat hadits-hadits yang dha’if. Kedua, Penghitung Zikir atau tasbih elektronik. Ini hukumnya bid’ah sebab Nabi Muhammad menghitung zikir beliau dengan ruas-ruas jari tangan kanan beliau, meskipun teknologi kini semakin maju. Ketiga, Pembayaran Zakat. Padahal zakat fithri dan zakat maal tidak bisa dibayarkan berupa uang.

Keempat, Novel Islami. Memang ada ulama yang mengatakan halal. Tapi dengan syarat-syarat tertentu, semisal tidak menyibukkan diri dari mempelajari ilmu syar’i. Kelima, fitur doa & zikir, haruslah shahih, sebab kita haram mengamalkan riwayat yang dha’if. Keenam, kumpulan hadits Riyadhus Shalihin. Dalam kitab ini terdapat sekian hadits dha’if. Bisa anda lihat tahqiq Al-Muhaddits Al-Albani terhadap kitab ini. Ketujuh, Kabar Muslim. Amankah situs ini dari bid’ah, takfir, dan kufur? Jika aman, maka boleh. Jika tidak, tentu tidak boleh.

Kedelapan, ringtone. Penggunaan Al-Qur`an dan adzan sebagai ringtone hukumnya haram, sebagaimana difatwakan oleh sejumlah ulama Al-Azhar yang tergabung dalam Majma’ Al-Buhuts Islamiyyah, juga Al-Mujamma’ Al-Fiqh Al-Islami yang menginduk pada Rabithah Alam Islami (Liga Dunia Islam) di Makkah, November 2007, kemudian oleh Jamia Ashraf-ul-Madaris di Kanpur, India, Asy-Shakh Shalih Al-Fauzan dalam kaset berjudul Liqa’ Maftuh ma’a Asy-Syaikh Al-‘Allamah Shalih bin Fauzan Al-Fauzan (hafizhahullah) tanggal 10-23-1426 Hijriah, dan ulama lainnya. Di antara alasannya adalah penggunaan Al-Qur`an sebagai ringtone menurunkan kewibawaan Al-Qur`an yang sebetulnya untuk direnungkan dan ditadabburi.

Dari sini kita tahu, kalau HP yang diklaim Islami itu ternyata tidak Islami semisal malah menebar riwayat-riwayat yang dha’if, atau menebar bid’ah, maka HP tersebut tidak bisa dikatakan HP Islami. Dan si produsen terkena tiga dosa sekaligus; pertama karena maksiat atau bid’ah yang disebarkannya, kedua karena klaim dustanya yang mengatakan HP produksinya sesuai syariat Islam namun ternyata tidak Islami sama sekali, ketiga karena menyesatkan dan mengaburkan pemahaman umat tentang Islam.

Secercah Nasehat

Ada yang perlu diperhatikan oleh setiap yang ikut andil bagian dalam produksi, dan distribusi HP Islami. Yaitu keikhlasan. Produksi dan distribusi HP yang menebar ajaran Islam ini hukumnya sama dengan berdakwah, ceramah, menulis buku Islami. Bedanya hanya pada media dan kecanggihan sarana. Namun segala bentuk dakwah bahkan seluruh amal shalih, haruslah memenuhi dua syarat diterimanya amal itu oleh Allah yaitu Ikhlash dan Ittiba’. Keduanya harus terpenuhi dalam setiap ibadah agar diterima Allah.

Terkait HP Islami ini, agar HP Islami ini berbuah balasan kebaikan dari Allah, maka produsen, distributor, dan konsumen harus lah ikhlas dan ittiba’. Jika tidak, maka selain tidak diterima sebagai amal shalih, bisa jadi malah berbuah dosa dan petaka dunia-akhirat. Terlebih kondisi dunia kini yang serba harta. Kata orang, “Harta bukan segalanya, tapi segalanya butuh harta.” Para produsen HP Islami sering digoda syetan agar tidak bisa ikhlas dalam memproduksi HP Islami. Begitu juga distributornya. Terkadang ketika proses produksi atau distribusi muncul keinginan yang menggebu untuk mendapat harta/uang sebanyak-banyaknya. Meski mereka harus menuntut ilmu syar’i maupun umum untuk bisa menghadirkan HP Islami yang terbaik dari yang paling baik. Mereka harus mempelajari ilmu Al-Qur`an, Hadits, Fatwa para Ulama, ilmu komputer, dan lain sebagainya. Jika mereka tidak ikhlas dan ittiba’ dalam melakukan semua ini, maka selain tidak dianggap Allah sebagai amal shalih, juga bisa jadi menjadi penyebab siksa di dunia maupun di akhirat. Silahkan baca Al-Qur`an surah Hud no.15-16, Al-Isra` no.18, Asy-Syura no.20, Al-Baqarah no.200.

Nabi Muhammad berkata artinya,”Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya ia tuntut semata-mata karena agar bisa melihat wajah Allah, namun ternyata ia menuntutnya semata-mata mencari keuntungan dunia, maka dia tidak akan dapat mencium wanginya surga pada hari qiyamah.” [Shahih: Sunan Abu Dawud no.3664; Musnad Ahmad II/338; Sunan Ibnu Majah no.252; Al-Mustadrak I/85. Shahih Sunan Ibnu Majah I/48]

Rasulullah berkata, artinya, “Pelajarilah Al-Qur`an, dan mintalah surga kepada Allah sebagai imbalannya. Sebelum datang satu kaum yang mempelajarinya dan meminta materi dunia sebagai imbalannya. Sesungguhnya ada tiga jenis orang yang mempelajari Al-Qur`an. Orang yang mempelajari Al-Qur`an untuk membangga-banggakan diri dengannya; orang yang mempelajarinya untuk mencari makan; orang yang mempelajarinya karena Allah semata.” [Hasan: Musnad Ahmad III/38-39; Syarh As-Sunnah, Al-Baghawi no.1182; Al-Mustadrak, Al-Hakim IV/547; Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, Al-Albani no.258]

Memang sih, mengambil harta dari berdakwah itu boleh-boleh saja. Seperti kata Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Al-Faqih wa Al-Mafaqqih II/347, (yang ditahqiq ‘Adil bin Yusuf Al-‘Azazi), “Kalau seorang da’i tidak mempunyai mata pencaharian yang memadai, dan waktunya habis untuk mengajar dan berda’wah, maka diperbolehkan menerima upah. Dan kepada ulil amri (penguasa, pemerintah) selayaknya memberikan imbalan yang setimpal, karena dia mengajarkan kaum muslimin.” Dan sesuai dengan hadits Nabi Muhammad, “Sesungguhnya perkara yang paling berhak kalian ambil upah darinya adalah Kitab Allah.” [Shahih Al-Bukhari no.5737] Namun, ikhlas harus tetap ada ketika memproduksi HP Islami, mendistribusikannya, dan seluruh amal yang diniatkan sebagai ibadah kepada Allah. Nabi Muhammad berkata, “Barangsiapa melakukan amal akhirat untuk tujuan dunia maka di akhirat ia tidak akan mendapatkan pahala walaupun sedikit.” [Shahih: Musnad Ahmad V/134; Al-Mustadrak, Al-Hakim, IV/418. Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, I/15]

Copy Right © 1430 Brilly El-Rasheed

Dipublish oleh www.thaybah.or.id

(1) Pimred majalah TAUHIDULLAH; (2) Pimred majalah dan buletin AS-SHOLIHIN, (3) redaktur pelaksana majalah AL-AKHBAR, (4) editor dan layouter majalah AL IHSAN, (5) reporter majalah MEDIAN LPMP Jawa Timur, (6) kontributor lepas majalah AR-RISALAH, (7) kontributor tetap majalah LENTERA QOLBU, (8) kontributor lepas di majalah ELFATA, (9) editor in chief majalah digital QUANTUM FIQIH, (10) konseptor dan mantan redaktur pelaksana majalah FITHRAH, (11) mantan layouter sekaligus pimred buletin Jum’at THAYBAH, (12) redaktur penerbit PT. EFMS, (13) admin salah satu situs berita Islam Nasional dengan 20.000 visit/hari), (14) online marketing UD. SBY CORPORATION, (15) pengasuh situs THAYBAH.ID, (16) promotor penerbitan majalah donatur, (17) redaktur pelaksana majalah SUARA MASKUMAMBANG, (18) redaktur pelaksana majalah SEJAHTERA dan buletin jumat YATIM SEJAHTERA, dan (19) mengasuh 2 website dan belasan blog keislaman yang ‘hidup segan mati tak mau’ sebagai salah satu cara merehatkan diri, serta (20) penulis buku GOLDEN MANNERS, KUTUNGGU DI TELAGA AL-KAUTSAR, MENDEKAT KEPADA ALLAH, QUANTUM IMAN, yang bisa Anda dapatkan di Gramedia atau toko buku lainnya.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*